Usai Sambangi C-Four, Keluarga Besar Yalsa Boutique Kunjungi Rumah Singgah BFLF

Owner Yalsa Boutique Siti Hilmi Amirulloh dan Syafrizal saat berkunjung ke Rumah Singgah BFLF Banda Aceh, Jumat 29 Januari 2021. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Keluarga Besar Yalsa Boutique mengunjungi Rumah Singgah Blood for Life Foundation (BFLF) Pusat yang berada di kawasan Lampriet, Banda Aceh, Jumat (29/1/2021). Kunjungan ini dilakukan setelah sebelumnya pimpinan dan jajaran staf Yalsa Boutique yang dimpimpin Siti Hilmi Amirulloh dan Syafrizal tersebut menyambangi Rumah Singgah C-Four Banda Aceh pada Selasa (26/1/2021) lalu.

Owner Yalsa Boutique Syafrizal yang akrab disapa Daddy Ijal mengatakan kunjungan itu dilakukan keluarga besar Yalsa Boutique dikarenakan butik yang dimpimpin bersama istrinya Siti Hilmi yang akrab disapa Mommy Emi itu, setiap Jumat melakukan kegiatan turun ke jalan dengan membagi-bagikan bantuan kepada orang-orang yang kurang mampu.

"Karena Jumat kemarin kami sibuk ada acara, maka untuk Jumat kemarin kami turunnya hari Selasa ke C-Four, sedangkan Jumat ini kami datang ke rumah singgah ini," ujar pria kelahiran Aceh Utara ini.

Sementara itu Mommy Emi dalam kesempatan itu berharap bantuan yang disalurkan dari sumber dana infaq keluarga besar Yalsa Boutique itu dapat bermanfaat untuk kebutuhan pasien dan keluarga pasien di rumah singgah BFlF.

"Semoga bantuannya berkah dan bermanfaat untuk pasien-pasien di sini, serta pasien-pasien yang ada di sini diberi kesembuhan oleh Allah SWT dalam menjalani pengobatan," imbuhnya.

Sementara itu Relawan BFLF Aceh, Masyitah, saat menerima kunjungan keluarga besar Yalsa Boutique mengatakan BFLF sudah berdiri 10 tahun, namun untuk rumah singgah baru didirikan sejak 2014 silam.

"Awalnya kami fokus di darah, yaitu mencari kebutuhan darah dan pendonor untuk pasien-pasien yang membutuhkan di rumah sakit. Namun pada 2014, kami juga mendirikan rumah singgah, karena banyak keluarga pasien yang tidur di depan UGD rumah sakit, makanya kami bangun rumah singgah," ujarnya.

Dalam menampung pasien dan keluarga pendamping pasien dari ebrbagai daerah di Aceh yang menjalani pengobatan rawat jalan di RSUDZA Banda Aceh, Masyitah mengatakan BFLF tidak membatasi hanya penyakit kanker dan tumor, melainkan juga penderita penyakit lainnya asalkan tidak menular.

"Pasien-pasien yang mau menginap ke mari kami periksa rekam medisnya," ungkap Masyitah.

Sejak 2014, Masyitah mengaku mereka telah menampung 638 pasien. Dikarenakan tidak memiliki donor tetap, di mana hanya mengandalkan sumbangan-sumbangan, mereka terkadang sempat terkendala telat membayar tagihan listrik dan air rumah singgah tersebut.

"Kalau kendala-kendala besat lainnya alhamdulillah tidak ada, karena Alhamdulillah ada aja jalan keluarnya. Misalnya hari Jum'at berkah ini,a da aja yagn datang ngasih bantuan beras atau lainnya," ungkap Masyitah.

Kepada keluarga besar Yalsa Boutique, Masyitah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disalurkan, semoga mendapat balasan dan keberkahan dari Allah SWT.

"Semoga silaturrahmi dan kunjungannya tidak hanya sampai di sini, kami harap ke depannya Yalsa Boutique dapat dimudahkan rezeki dan dapat kembali datang melihat pasien-pasien di sini," harapnya. []

Komentar

Loading...