Kenang Pesan Hj Salamah, Tgk Muharuddin: Beliau Ingin Masyarakat Aceh Bersatu

Tgk. Muharuddin saat bersilaturrahmi dengan Hj. Salamah pada 4 Desember 2018 silam. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BENER MERIAH - Politisi Partai Aceh Tgk. Muharuddin bersama rombongan tim RI522 (tim pememangan Muharuddin) melayat ke rumah duka Almarhumah Hj Salamah, yang merupakan istri tokoh pejuang Aceh Almarhum Teungku Ilyas Leube, Selasa malam (9/4/2019), di Bandar Lampahan, Bener Meriah.

Dalam kunjungan itu, Tgk Muharuddin bersama rombongan menggelar takziah untuk mendoakan Almarhumah Hj Salamah, agar diampunkan dosa-sanya dan diterima di sisi Allah SWT. Takziah tersebut langsung dipimpin langsung oleh Tgk. Muharuddin.

"Saya merasa kehilangan dan turut berbelasungkawa atas berpulang ke rarhmatullah Isti Almarhum Tgk Ilyas Leube yaitu Hj Salamah, yang merupakan orang tua perjuangan (GAM) dan telah berdedikasi untuk masyarakat Aceh secara menyeluruh," ungkap Tgk. Muharuddin usai menggelar takziah di kediaman Almarhuman Hj. Salamah.

Tgk. Muharuddin saat memimpin takziah di rumah duka Almarhumah Hj. Salamah. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Di penghujung usia Almarhumah Hj. Salamah yang sudah lanjut, Tgk. Muharuddin mengatakan dirinya mendapat kenangan yang luar biasa dari sosok Hj, Salamah.

"Beliau berpesan kepada saya pribadi, sungguhpun saya berjuang ke tingkat pusat (DPR-RI), maka jangan lupakan Aceh. Kemanapun kita perrgi, ingat dan sayangilah Aceh," ujar Tgk. Muharuddin mengenang pesan dan nasehat Hj. Salamah ketika dirinya bersilaturrahmi dengan sosok wanita hebat Aceh tersebut beberapa bulan lalu.

"Begitu besar integritas Aceh yang harus dipertahankan. Itu 'doktrin' dari beliau dan suatu pelajaran penting bagi kita generasi Aceh selanjutnya. Bahwa, perjuangan dan tujuan dari perjuangan untuk menciptakan Aceh yang makmur, sejahtera, adil dan makmur itu belum selesai," tambah Muharuddin.

Meski perjuangan senjata telah berakhir, Tgk. Muharuddin menjelaskan, namun perjuangan secara politik mesti terus dilakukan, dengan kerjasama semua pihak di Aceh, guna mewujudkan cita cita para pendahulu dan syuhada Aceh untuk Aceh yang makmur dan sejahtera.

Tgk. Muharuddin saat berilaturrahmi dengan Hj. Salamah pada 4 Desember 2018 lalu. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Keluarga Hj. Salamah menyatakan, almarhumah sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk terus mempertahankan harkat dan martabat Aceh. Beliau dalam pembicaraanya terus mengatakan bahwa masyarakat Aceh harus sejahtera dan terwujudnya keadilan bagi masyarakat Aceh secara menyeluruh.

Tgk. Muharuddin yang juga anggota DPR Aceh ini menilai, pesan tersebut merupakan warisan dari Almarhumah Hj. Salamah, yang bukan hanya untuk etnis Gayo, namun menjadi warisan bagi seluruh elemen masyarakat Aceh.

"Beliau juga pernah menyampaikan saat kami bersilaturrahmi ke mari (rumah almarhumah Hj. Salamah), Aceh ini memiliki etnis gayo, alas, serta kaya dengan keberagaman suku lainnya. Meski Aceh berbeda-beda suku, beliau berharap Aceh tidak dikotak-kotakkan. Jika cerita Aceh, maka itu adalah satu. Walapun kita berbeda-beda suku, marilah kita bersatu, apapun yang kita lakukan adalah untuk Aceh yang satu," ujar Tgk. Muharuddin mengulang pesan yang pernah disampaikan Hj. Salamah.

Tgk. Muharuddin menilai, semangat tersebut yang harus diemban para generasi Aceh saat ini. Menurutnya, sangat ironis di usia muda para generasi muda Aceh tidak menunjukkan semangat ke-Acehan.

"Di usia beliau yang sudah tua, namun menunjukkan kecintaannya yang luar biasa untuk Aceh. Sekarang bagaimana kita generasi muda Aceh selanjutnya? apakah kita melanjutkan estafet dan semangat beliau untuk membangun Aceh atau jalan di tempat. Untuk itu saya berharap, marilah kita isi perdamaian Aceh ini dengan hal hal positif dan ide cemerlang, yang pada akhirnya bisa membawa Aceh ke arah yang lebih baik lagi," harapnya.

Tgk. Muharuddin saat memimpin takziah di rumah duka Almarhumah Hj. Salamah. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Selain itu, Tgk. Muharuddin juga mengingat pesan yang pernah disampaikan Hj. Salamah kepadanya yaitu "Aceh adalah bangsa kaya, jangan sampai kita menjadi pengemis di negeri sendiri".

"Aceh merupakan daerah yang kaya, khususnya dalam hal sumber daya alam, namun bagaimana kita dapat mengelola kekayaan Aceh ini dengan baik. Tentu, kunci utamanya adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Maka, SDM ini yang harus kita kuatkan di Aceh," imbuh mantan Ketua DPR Aceh ini.

Sementara itu, Munadi Ilyas Leube, yang merupakan anak ketiga dari almarhumah Hj. Salamah mengatakan sang ibu tercintanya meninggal dunia pada Senin dinihari, Pukul 00.30 WIB dengan secara tiba-tiba, tanpa adanya sakit berat yang diderita almarhumah.

"Cuma sesak nafas tiba-tiba. Sebelumnya sekitar jam 9 malam, beliau masih dalam keadaan sehat. Kami masih makan dan foto-foto bersama, yang kebetulan saat itu ada tamu dari Bireuen," jelasnya.

Kepada anak dan cucunya, Munadi menjelaskan, selalu berpesan agar melanjutkan perjuangan sang ayah, yakni Almarhum Teungku Ilyas Leube, khususnya dalam penguatan agama dan pendidikan, untuk mewujudkan Aceh yang sejahtera.

"Kalau pesan untuk masyarakat Aceh, beliau sering mengatakan kita harus menjaga harkat dan martabat Aceh," jelas Munani mengenang pesan-pesan yang sering disampaikan Almarhumah Hj. Salamah.

Pertemuan silaturrahmi Tgk Muharuddin dengan Hj Salamah pada 22 Januari 2019 lalu. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan}
Sementara itu Anggota DPRK Bener Meriah dari Fraksi Partai Aceh, Muhammad Amin, mengatakan begitu besar jasa dan perjuangan yang dilakukan Almarhumah Hj. Salamah, yang juga pernah menemani suaminya berjuang di hutan belantara hingga melahirkan salah satu anaknya di tengah hutan Samar Kilang, Bener Meriah.

"Ketulusan dan keikhlasan beliau dalam berjuang ini yang patut kita contoh. Meski berjasa sangat besar untuk Aceh, namun beliau tidak pernah mengungkit-ungkitnya. Beliau juga tidak pernah mengeluh apa yang telah beliau lakukan itu. Jadi kami merasa sangat kehilangan sosok yang luar biasa ini yang sering menasehati kami dalam melanjutkan perjuangan Aceh ini. Perjuangan ini jangan berhenti dan harus dilanjutkan. Itu pesan yang sering disampaikan kepada kami," imbuhnnya. []

Komentar

Loading...