Santri Diminta Berperan Bangun Aceh, Diharapkan Menguasai Teknologi Informasi

Anggota DPRA Fuadi saat berbincang-bincang dengan para santri magang jurnalistik dari berbagai dayah di Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fuadri, mengharapkan santri dayah di Aceh dapat memiliki “nilai lebih”, dimana para santri tidak hanya menguasai ilmu agama, melainkan juga menguasai berbagai bidang ilmu lainnya, seperti halnya teknologi informasi. Menurutnya, para santri di Aceh juga harus berperan dalam pembangunan Aceh dalam segala aspek.

“Di era revolusi industri 4.0 setiap orang dituntut oleh keadaan untuk menguasai teknologi informasi, baik kalangan intelektual maupun bukan. Semuanya harus memilikinya sesuai basisnya masing-masing. Begitu juga para lulusan dari instansi pendidikan manapun, baik yang formal maupun informal, tak terkecuali lulusan pesantren,” kata Fuadri, saat berbincang-bincang dengan para santri magang jurnalistik acehonline.co, Kamis (12/3/2020), di Ruang Komisi I DPR Aceh.

Fuadri menjelaskan, Pemerintah Aceh telah memberikan ruang untuk membangun pendidikan, baik dalam ruang lingkup formal maupun informal demi meningkatnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Aceh.

"SDM itu sifatnya jangka panjang dan akan terus diturunkan ke generasi selanjutnya oleh generasi yang dulu. Kalau bangunan (infrastruktur) lama-lama akan rusak. Untuk itu, para santri harus menguasai teknologi informasi sebagai persiapan generasi Aceh saat ini untuk pembangunan Aceh ke depan," jelas Fuadri.

Fuadri menambahkan, DPRA secara kelembagaan mendukung pendidikan dayah di Aceh, dimana pihaknya telah menganggarkan kepada Pemerintah Aceh dana untuk pembangunan dayah.

"Tahun kemarin hampir Rp400 miliar dana untuk dayah yang tersebar di seluruh Aceh. Tinggal pengelolaannya saja harus tepat. Ini diharapkan dapat menjadi ‘angin segar’ bagi dayah-dayah di seluruh Aceh, tinggal bagaimana caranya mengisi ruang, agar lulusan dayah punya nilai tambah lebih,” harapnya.

Dalam penguasaaan teknologi informasi di kalangan santri Aceh, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menambahkan, seluruh dayah di Aceh diharapkan dapat menyediakan sarana internet atau wifi.

“Saya yakin jika santri menguasai teknologi informasi, maka akan muncul inovasi dan gagasan-gagasan baru dari alumni pesantren di Aceh.

Di lain hal, Anggota DPRA asal Aceh Barat itu juga berharap para santri yang melaksanakan kegiatan magang jurnalistik di media, dapat memanfaatkan momentum tersebut. Dengan harapan, para santri itu nantinya dapat berperan nantinya dalam penyajian informasi secara komprehensif, baik terkait persoalan dayan maupun lainnya.

“Jadi, pendidikan non formal seperti dayah juga harus membantu pembangunan Aceh,” imbuhnya. []

Penulis: Almurtazha/Baihaqi (Santri Magang Pelatihan Jurnalistik Dinas Pendidikan Dayah Aceh)

Komentar

Loading...