Unsyiah Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Rektor Unsyiah Samsul Rizal. [Foto: unsyiah.ac.id]

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) memperpanjang masa belajar di rumah bagi mahasiswanya, sampai akhir Semester Genap 2019/2020. Keputusan itu disiarkan melalui Surat Edaran Rektor Nomor B/1669/UN11/KP11.00/2020.

Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal, Kamis (26/3/2020), mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan kondisi penyebaran Covid-19 saat ini di tingkat nasional dan Aceh.

Kata Samsul, sebelumnya Unsyiah memberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring) selama dua minggu, sejak 17–30 Maret 2020. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Unsyiah, sehingga masa pembelajaran online tersebut harus diperpanjang.

Pertimbangan tersebut diambil menindaklanjuti keputusan Kepala BNPB Nomor 13A Tahun 2020, tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia. Selain itu, Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan.

“Kami memantau kondisi penyebaran virus corona yang akhir-akhir ini kian mengkhawatirkan. Karena itu, Unsyiah harus bertindak cepat untuk memutus mata rantai penyebaran wabah ini,” ujar Samsul.

Dalam Surat Edaran Rektor tersebut, Samsul mengajak Civitas Akademika Unsyiah untuk  menjaga kesehatan dan kebugaran dengan konsumsi makanan bergizi serta minum dan istirahat yang cukup. Menghindari interaksi sosial dan tidak berada di tempat keramaian jika tidak penting.

“Kita mengimbau segenap Civitas Akademika Unsyiah juga menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan sekitarnya.  Berdoa agar wabah Covid-19 dapat segera teratasi. Lalu menjalankan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di mana saja berada,” pinta Samsul.

Tak hanya itu, imbuh Samsul, Unsyiah juga memutuskan, selama pembelajaran daring akan menggunakan aplikasi e-learning Unsyiah, aplikasi video conference, e-mail, dan media sosial dalam pelaksanaan  proses perkuliahan, sampai akhir Semester Genap 2019/2020, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.

“Kemudian, praktikum dalam bentuk lainnya yang relevan secara daring dan proses pembimbingan tugas akhir, tesis, dan disertasi serta kegiatan pembimbingan lainnya,” ujar dia.

Selain itu, semua bentuk seminar/sidang mahasiswa dapat dilaksanakan di bawah koordinasi fakultas/pascasarjana, dengan mengutamakan penggunaan aplikasi video conference dan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, jika harus ada kegiatan dalam ruangan.

Begitu pula dengan kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa di laboratorium, Samsul menegaskan agar dapat dilaksanakan atas izin pimpinan fakultas dan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. “Kegiatan penelitian berlokasi di luar kampus tidak kami perkenankan,” tandasnya.

Selama proses pembelajaran daring, Unsyiah juga membolehkan mahasiswa untuk kembali ke tempat asal masing-masing dengan ketentuan harus melakukan self-isolated selama 14 hari. Sementara dosen dan tenaga kependidikan tidak dibenarkan meninggalkan Kota Banda Aceh jika tidak ada hal penting.

Pada Surat Edaran yang berlaku sampai 29 Mei 2020 tersebut, Samsul juga memutuskan, rapat atau pertemuan di lingkungan Unsyiah dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi video conference untuk pertemuan lebih 40 menit, UPT TIK menyediakan layanan aplikasi Zoom berlisensi.  Begitu pula dengan rapat tertentu dapat dilaksanakan secara tatap muka langsung atas persetujuan Rektor, Dekan, atau Direktur Pascasarjana, dengan peserta maksimal 10 orang dan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

“Ketentuan lain dalam Lampiran Surat Edaran Rektor tersebut, tetap berlaku. Kecuali hal-hal yang telah diatur kembali dalam surat edaran ini. Melalui keputusan ini, kami berharap terbangunnya kesadaran bersama agar wabah ini akan segera berlalu jika setiap kita peduli dan patuh dengan protokol  yang telah ditetapkan dalam penanganan virus ini,” pungkas Samsul.[]

Komentar

Loading...