Janji Bisa Luluskan PNS, Seorang Guru asal Bener Meriah Ditangkap Tim Polresta Banda Aceh

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Taufik saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan calo PNS asal Bener Meriah. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Seorang guru berinisial PO (50) asal Bener Meriah ditahan personel Polresta Banda Aceh, karena melakukan penipuan terhadap SY yang menjanjikan anaknya dapat diluluskan sebagai Pegawai Negeri Sipil Provinsi Sumatera Utara.

“Perbuatan PO tersebut terjadi pada tahun 2015 silam di Bank Aceh Unit Neusu, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M. Taufiq, saat konferensi pers di ruang gelar perkara Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kamis (19/3/2020).

Taufiq menambahkan, PO menawarkan jasanya dapat meluluskan anak kandung korban sebagai Pegawai Negeri Sipil tahun 2015 dengan meminta sejumlah uang kepada korban.

“Korban melakukan transaksi uang secara bertahap dengan cara melakukan transfer uang melalui Bank dengan total 63 juta lebih, namun PO tidak melakukan pengurusan terhadap anak korban melainkan uang tersebut telah dipergunakan olehnya untuk keperluan pribadi,” pungkas M. Taufiq

Hingga saat ini, anak korban tidak mendapatkan pekerjaan sebagaimana yang telah dijanjikan oleh pelaku, sehingga korban melaporkan ke Polresta Banda Aceh.

Setelah melengkapi bukti-bukti secara lengkap, tim Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan dan menangkap PO di kediamannya yang bertempat di Bener meriah pada Selasa (10/3/2020).

Adapun bukti yang telah disita oleh penyidik berupa 10 lembar slip penyeteron, satu unit handphone, satu buah kartu perdana, satu eks asli buku tabungan dan empat lembar print out rekening koran.

Kasat menjelaskan, kejadian ini terjadi karena iming–iming pelaku terhadap korban melalui seorang perantara yang bernama Suhendri. Suhendri mengatakan PO dapat mengurus seseorang menjadi pegawai negeri sipil.

"Selama 2 tahun ini, modus penipuan meloloskan PNS ataupun dimana–mana selalu terjadi, namun setelah kita telusuri teryata nihil," ungkap Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, PO dijerat dengan pasal 378 KUHP Jo Pasal 55,56 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

AKP M. Taufiq mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar jangan mudah percaya dan tertipu dengan bujuk rayu dapat meluluskan PNS. Para masyarakat diharapkan mengikuti tes sesuai ketentuan yang berlaku jika ingin menjadi seorang pegawai pemerintahan. []

Komentar

Loading...