Kasus Tapal Batas di Aceh Utara, Majelis Hakim Tunda Pembacaan Putusan Sela

Sidang kasus tapal batas di Aceh Utara. [Foto: AcehOnline/Hamdani]

ACEH UTARA - Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon Aceh Utara menunda sidang pembacaan putusan sela kasus perdata tapal batas antara Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong dan Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, di gedung pengadilan setempat, Rabu (24/6/2020).

"Penundaan sidang pembacaan putusan sela tersebut dikarenakan majelis hakim masih mempertimbangkan jawaban tertulis dari tergugat satu maupun si penggugat yang diajukan dalam persidangan pada tanggal 17 juni 2020 lalu," ungkap Humas Pengadilan Negeri Lhoksukon, Bob Bosman.

Menurutnya, agenda sebelumnya pengunduran sidang putusan sela, namun setelah majelis hakim mencoba membaca lebih dalam, mencermati baik gugatan maupun visi dari asepsi dari jawaban para tergugat. Jadi, pihaknya merasa perlu memberikan kesempatan kepada penggugat maupun para tergugat untuk saling menanggapi terlebih dahulu.

"Jawaban kemarin ditanggapi oleh pihak penggugat dalam bentuk replik, kemudian kesempatan yang sama akan kita berikan berikutnya kepada para tergugat untuk menanggapi replik dari penggugat itu," ujarnya.

Dia menambahkan, untuk jawab menjawab sebelum agenda pembuktian ada kewenangan absolut maka majelis hakim akan memutuskan sela terlebih dahulu, setelah jawab menjawab itu selesai.

"Kami berharap hal ini kami dapat lebih banyak petunjuk yang jadi bahan pertimbangan majelis hakim untuk bisa memberikan keputusan sela nantinya," jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Penggugat Gampong Plupakam Tanah Luas Aceh Utara, Syukri, mengatakan pihaknya menerima dengan baik atas keputusan majelis hakim terkait agenda penguduran sidang tersebut.

"Majelis hakim tidak membacakan Putusan Sela, karena mempertimbangkan, mempelajari dan mencermati berkas seluruhnya yang diajukan oleh Tergugat Satu dalam persidangan sebelumnya," katanya.

Hal senada juga disampaikan Kuasa Hukum Tergugat Satu Gampong Blang Pante Paya bakong, Zul Azmi Abdullah.

"Ini adalah kewenangan pertimbangan Majelis Hakim, jadi kami mengikuti jalur hokum,” ungkapnya.

Sidang dilanjutkan oleh majelis hakim memasuki tahap replik dan duplik untuk menguatkan kedua belah pihak masing-masing dengan menyerahkan bukti bukti yang kuat ke majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon 1 Juli 2020 mendatang. []

Komentar

Loading...