Kuras Uang Korban Dengan Cara Hipnotis, Pria Asal Riau dan Sumbar Diringkus Polisi di Lhokseumawe

Kapolsek Banda Sakti, Aiptu Irwansyah dalam konferensi pers terkait kasus pemerasan yang dilakukan warga Riau dan Sumbar dengan cara hipnotis. [Foto: Acehonline.co/Jefry]

LHOKSEUMAWE - Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dibantu masyarakat meringkus dua pelaku penipuan dan penggelapan, modus pelaku yakni dengan cara menghipnotis calon korban.

Kapolsek Banda Sakti, Aiptu Irwansyah dalam konferensi pers di Mapolsek setempat, Jumat (20/3/2020), mengatakan tersangka masing-masing berinisial E dan D yang merupakan warga Pekanbaru, Riau dan Sumatera Barat berprofesi sebagai supir mobil rental.

Menurutnya, pada bulan Februari 2020 tersangka mengantar sewa dari Pekanbaru menuju Banda Aceh. Ketika tiba di ibukota Provinsi Aceh itu, tersangka tiga kali melakukan niat jahatnya melakukan penipuan dengan modus menghipnotis korban.

"Di Banda Aceh, Tempat Kejadian Perkara (TKP) nya ada tiga. Hasil dari penipuan ini, tersangka mendapatkan hasil berupa uang senilai Rp1,6 juta," ujarnya.

Merasa belum puas, kata dia, kedua terangka kembali melanjutkan aksi serupa pada saat kembali dari Banda Aceh menuju Pekanbaru dan singgah di Kota Lhokseumawe. Kali ini, terjadi di kawasan pasar ikan Pusong. Di TKP ke empat dimaksud, tersangka berhasil memperdaya korban yang merupakan warga Pusong Baru.

Di TKP ke empat ini, tambahnya, tersangka berpura-pura kenal dengan korban seraya menyalami dan membujuk masuk ke dalam mobil, memberikan air mineral kepada korban. Selain itu, tersangka juga mengutarakan kepada korban bahwa ingin pulang ke Pekanbaru tetapi tidak punya biaya.

"Tanpa sadar, korban memberikan dompet kepada tersangka. Kemudian, menguras seluruh uang senilai Rp 1 juta dan memasukkan kembali ke saku celana korban. Selanjutnya, pelaku membukakan pintu dan korban pun keluar," sebutnya.

Pada saat di luar mobil, kata Kapolsek, korban baru sadar serta berteriak. Kebetulan, di lokasi tersebut ada petugas Kepolisian dan Babinsa Banda Sakti. Keduanya berhasil dibekuk setelah masyarakat mengejar dibantu petugas Kepolisian. Kemudian, E dan D diboyong ke Mapolsek Banda Sakti untuk proses hukum lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu, satu unit mobil Isuzu Panther, jimat yang digunakan tersangka berupa batu putih, cairan bewarna hitam dan uang sejumlah Rp 1 juta. "Kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 378 jo Pasal 372 tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," pungkas Irwansyah. []

Komentar

Loading...