Penipuan “Online” Marak di Aceh Utara, Polisi Terima Laporan 10 Kasus

Ilustrasi penipuan online. [Foto: Istimewa]

LHOKSUKON - Satuan reserse dan kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara menerima sepuluh laporan tentang penipuan online sepanjang dua bulan terakhir.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Adhitya Pratama, mengatakan, penipuan online itu mulai dari jual beli ponsel murah, hingga mobil.

“10 laporan itu sedang diselidiki. Ada modus disuruh kirim uang dulu untuk handphone murah ke nomor rekening tertentu, begitu kita cek, itu nomor rekening bank semua berada di luar Aceh,” kata AKP Adhitya, Minggu (29/9/2019).

Dia menyebutkan, nilai kerugian korban terbesar yaitu Rp 50 juta. Kasus ini korbannya salah seorang pemilik toko di Lhoksukon.

Setelah ditransfer uang sebesar Rp 50 juta, sampai sekarang handphone murah yang dijanjikan tidak pernah dikirim.

“Ada juga penipuan dengan korban undian berhadiah. Ini korbannya mayoritas mahasiswa, Rp 2-3 juta per orang. Dimintai kirim uang buat biaya administrasi pengambilan hadiah,” kata dia.

Dia menyebutkan, polisi sudah melacak rekening bank tempat menampung uang tersebut. Rekening itu berada di Sulawesi, Palembang dan Pekanbaru.

“Pelaku dideteksi berada di luar Aceh. Ini menjadi kendala penyidik untuk melakukan penangkapan. Meski begitu, kami terus berupaya menangkapnya,” pungkas dia. []

Komentar

Loading...