Polisi Amankan Dua Kelompok Remaja yang Hendak Tawuran di Banda Aceh

Personel Polsek Syiah Kuala Banda Aceh saat mengamankan para remaja yang hendak tawuran. [Foto: Dok. Polresta Banda Aceh]

BANDA ACEH - Kepolisian Sektor (Polsek) Syiah Kuala Banda Aceh membubarkan persiapan tawuran di Lapangan Gelanggang Darussalam, Kamis dinihari (16/7/2020). Dalam pembubaran itu, petugas juga mengamankan pelaku dari dua kelompok remaja.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kapolsek Syiah Kuala AKP Edi Saputra, mengatakan selain membubarkan persiapan tawuran tersebut, personel Polsek Syiah Kuala sebelumnya melakukan patroli rutin dinihari dan menemukan para remaja yang diduga terlibat dalam tawuran pada Rabu malam (15/7/2020), di Jembatan Lamnyong Banda Aceh. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya senjata tajam, double stick, topeng serta kayu yang digunakan sebagai alat bantu dalam tawuran.

Menurut Kapolsek, permasalahan yang terjadi di antara kedua kelompok tersebut pada awalnya sejak April 2020.

“Ini merupakan kejadian yang ke delapan kali dan terakhir tawuran malam kemarin di jembatan Lamnyong dengan melibatkan dua kelompok remaja saling menyerang dengan menggunakan benda tajam dan benda tumpul,“ sebut Kapolsek.

Kemudian, kedua kelompok yang akhirnya diketahui identitasnya yakni GSX (Glemory Solidarity Xtraordinry) dengan Askota (Anak Asrama Kota Alam) memiliki permasalahan pribadi dengan sistem balas dendam menggunakan alat bantu benda tajam maupun benda tumpul.

“Kejadian ini terjadi pada awal April hingga pertengahan Juli 2020 mencapai delapan kali. Kami pun sudah melakukan upaya dengan cara membubarkan tawuran, namun tadi malam kembali terjadi dan berhasil kami amankan sebanyak 11 orang yang masih sangat muda usianya, serta alat- alat bantu yang dipergunakan saat itu,” tutur Kapolsek.

Puncak kejadian menurut keterangan dari salah satu remaja yang diamankan oleh polisi, Kapolsek menerangkan, salah seorang anggota Kelompok GSX dipukuli oleh lawannya dari Askota sekitar jam 00.30 WIB dan juga melakukan pelemparan dengan botol air mineral di jembatan Beurawe sehingga menyelamatkan diri ke Pos Ronda Lampoh Ue Sektor Barat dan diamankan oleh polisi.

Barang bukti pelaku tawuran di Banda Aceh. [Foto: Dok. Polresta Banda Aceh]
Kemudian, kata Kapolsek, pihaknya membawa pelaku tawuran ke Polresta Banda Aceh untuk menghindari dari lawan tawurannya.

Adapun para pelaku tawuran masih remaja tanggung di antaranya Dedi Saputra (18) warga Cot Raya Kuta Baro, Fatur Muda Angkasa (16) warga Krueng Cut, Badri Duja (16) warga Rukoh, Muhammad Fadhal (20) warga Gampong Burong Ano Kecamatan kuta Baro, Muhammad Rizal Wahyudi (17) warga Jalan Lingkar Kampus Rukoh.

Kemudian Fauzul Kabir As-Siddiq (16) warga Lambaro Angan, Muhammad Pradita Rizki (15), warga Meunasah Intan, Fauzan Rid Ayatul Azani (18) warga Meunasah Intan, Muhammad Raihan (17) warga Rukoh, Irfan Fikri (16) warga Lampuuk Tungkop dan Faisal Muhajir (17) warga Tibang.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tambah Kapolsek, menjelang subuh pihaknya menyerahkan para pelaku tawuran tersebut ke Polresta Banda Aceh.

Selanjutnya, para pelaku tawuran yang diamankan di SatIntelkam Polresta Banda Aceh, piket Siaga dipimpin Kanit Kamneg Ipda Rachmad Mulyadi melakukan interogasi secara berantai guna mendapatkan keterangan awal mula kejadian. Siang harinya, mereka diserahkan ke keluarga masing-masing di ruangan Kamneg SatIntelkam.

Jajaran Polresta Banda Aceh kemudian melakukan pembinaan dan penyuluhan hukum terhadap para pelaku tawuran dimaksud, yang juga dihadiri oleh tokoh gampong, dewan guru dan para orang tua pelaku tawuran.

Dalam pembinaan tersebut, para orang tua remaja yang terlibat tawuran tersebut meminta Polisi menghapus seluruh grup whatshaap kelompok itu (GSX dan Askota) yang ada di Hp anaknya, serta menghilangkan sandinya, agar para orang tua dapat memantau telepon genggam anak mereka masing-masing. []

Komentar

Loading...