Polisi Tangkap DPO Kabur dari Tahanan Polresta Banda Aceh

Tahanan kabur dan barang bukti narkoba yang diamankan personel Polresta Banda Aceh. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Personel Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menangkap MA (30 tahun) warga Komplek Perumahan Cinta Kasih Blok II F Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Minggu (23/2/2020). MA ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh tahun 2019 silam.

Selain menangkap MA, Polisi juga mengamankan Narkotika jenis sabu seberat 5,97 gram yang telah dipaketkan dan ganja 0,54 gram. Kedua jenis narkotika tersebut untuk dipergunakannya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Resnarkoba Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang, SIK mengatakan, penangkapan terhadap DPO yang dicari ini merupakan informasi dari warga setempat.

"Warga masyarakat yang kembali resah ketika tersangka kembali ke rumahnya dengan menggunakan narkotika yang akan mempengaruhi warga, hal ini membuat warga melaporkan kepada Kepolisian," ujar Boby.

Sementara itu, kata dia, di saat Polisi mendapatkan informasi dari warga, dilanjutkan dengan penyelidikan dan menyergap tersangka dirumahnya.

"Pada saat itu, tersangka MA sedang bersama rekan lainnya, yaitu AHS (21) dan RU. Sementara RU berhasil melarikan diri di kegelapan malam yang sudah menguasai medan," tutur Boby.

Menurutnya, setelah dilakukan penggeledahan pada badan tersangka, dari saku baju tersangka MA ditemukan 4 paket sabu, dan di sekitar tersangka MA ditemukan lagi 1 paket sabu lainnya. Kemudian, petugas melanjutkan lagi penggeledahan terhadap rumah yang dihuninya dan kembali ditemukan satu linting ganja kering untuk dihisapnya.

Dari keterangan tersangka MA, tambah Boby, barang haram tersebut diperoleh dari YOK (panggilan) dengan cara dibeli senilai Rp 700 ribu, sementara YOK ditetapkan sebagai DPO. Selain Narkotika, polisi turut mengamankan 2 unit Handphone dan 1 unit sepeda motor Suzuki.

Kedua tersangka saat ini ditahan di sel tahanan Polresta Banda Aceh dan dipersangkakan dengan Pasal 111 ayat 1, pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 1 dari UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam hukuman 5 sampai 20 tahun penjara.

Lima Tahanan Kabur

Lima tahanan Polresta Banda Aceh kabur setelah mendobrak pintu sel dan melawan petugas. Kelima tahanan terlibat kasus narkoba dan pencurian ini kabur, Senin (20/5/2019) silam.

"Saat petugas memberikan makan sahur, didobrak pintu masuk dan dilawan petugas," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto, SH.

Berdasarkan video rekaman CCTV yang beredar, awalnya tampak seorang polisi penjaga tahanan sedang membuka pintu sel. Tiba-tiba keluar seorang tahanan sambil melayangkan pukulan.

Beberapa tahanan lain ikut keluar dan sempat terjadi duel dengan petugas. Lima tahanan akhirnya kabur. Sementara itu, sejumlah tahanan lain masuk kembali ke sel sambil membawa satu plastik berisi nasi. Petugas kemudian mengunci kembali sel. Insiden kaburnya napi tersebut berlangsung cepat. []

Komentar

Loading...