Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Peredaran Sabu Jaringan Malaysia – Aceh

Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Ahzan didampingi Kasat Narkoba, Iptu Ferdian Chandra saat memberikan keteranagn pers terkait pengungkapan kasus narkotika jaringan Malaysia-Aceh. [Foto: Acehonline.co/Jefry]

LHOKSEUMAWE - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu jaringan Malaysia-Aceh. Dalam pengungkapan kasus itu, Polisi mengamankan enam orang tersangka.

Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Ahzan didampingi Kasat Narkoba, Iptu Ferdian Chandra dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (17/3/2020), mengatakan pengungkapan kasus itu berawal pada 10 Maret 2020 pihaknya mendapat informasi bahwa akan ada transaksi seberat 2 kilogram sabu di kawasan Ujong Blang, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Lalu, kata dia, tim melakukan pengecekan atas kebenaran informasi tersebut, kemudian petugas bertemu dengan dua orang tersangka, yakni SY dan F. Kedua terangka ini diintrogasi serta diboyong ke Mapolres.

"Di dalam perjalanan, tersangka ditelpon oleh rekannya yang menanyakan apa sudah ditransfer uang senilai Rp 600 juta. Kemudian, tersangka mengatakan sudah," ujarnya.

Selanjutnya, tambah Ahzan, Polisi melakukan pengembangan terhadap percakapan tersebut dan mendatangi beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Jln Merdeka depan BNI Kota Lhokseumawe, Desa Paloh Lada Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Desa Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara dan Jln. Wahid Hasyim, Kota Medan.

"Ini adalah jaringan internasional. Bandar besarnya berada di Malaysia, berhubungan dengan salah satu pengendali yang masih berada di Lapas Lahat, Palembang. Karena tersangka baru mengirim uang sebanyak Rp200 juta, barang yang didapatkan baru satu kilogram. Sedangkan kesepakatannya, Rp600 juta untuk harga 2 kilogram sabu," jelasnya.

Tersangka yang diamankan yaitu, SY alias TY, F alias AL, FR, MJ alias FP, MN alias X dan AI. Sedangkan barang bukti yang disita yakni satu bungkusan besar berisi barang diduga sabu, beberapa jenis ponsel, timbangan, satu paket kecil bungkusan diduga sabu dan satu unit sepeda motor merek vespa.

"Ancaman hukuman terhadap ke enam tersangka ini yakni hukuman mati," pungkas Ahzan. []

Komentar

Loading...