Langkah Baru RialDoni

Rialdoni saat berkunjung ke redaksi acehonline.co [Foto: Acehonline/Reza Gunawan]

SENYUM di bibirnya lepas. Wajahnya sumringah. Tutur katanya yang santun terdengar lugas saat Rial menceritakan persiapan syuting video klip di Jakarta. Dia pun blak-blakan menceritakan kariernya bermusik hingga menuju ke tangga lebih tinggi, ketika Rial dan pasangan duo-nya, Doni, berkunjung ke dapur redaksi Aceh Online, beberapa waktu lalu.

Bagi pria bernama lengkap Syahrial ini, terbang ke Jakarta bukan sekadar meniti karier. Tapi, lebih pada pengenalan talenta Aceh, sekaligus mengharumkan nama daerah asalnya.

Tekad tersebut telah ia bubul sejak pertama kali Rial berkecimpung di dunia tarik suara. Dia menargetkan, di usia 27 tahun, Rial harus bisa menembus pasar nasional. Dan, ternyata, targetnya pun tercapai. Mimpi yang selama ini dikejar berbuah nyata.

September 2019, RialDoni dikontrak oleh lebel musik nasional, My Music Record. Saat bersamaan, RialDoni pun dipayungi oleh artis manajemen Indigo. Praktis saat ini, RialDoni berada di bawah manajemen yang sama dengan Anji, Cakra Khan, Govinda, Mikha Tembayong, Astrid, dan artis besar lainnya.

Pangkal perjalanannya bermusik terlebih dahulu dimulai menjadi penyanyi solo. Kemudian, pada 2012 silam, dia bergabung dengan grup band Amoeba. Dari sana, Rial berkenalan dengan Doni yang saat itu menjadi gitaris band kawakan anak muda di Banda Aceh tersebut.

Setelah berkarya empat tahun di Amoeba, pada 2016, Rial mencoba membuat project bersama Doni. Genrenya pun diubah total. Kalau Amoba mengusung pop modern, pada projekan Rial Dony mengusung genre melayu berbahasa Aceh. Dan, hasilnya, album pertama mereka yang berjudul “Dara Gampong”, meledak di pasaran.

Penampilan RialDoni di Banda Aceh. [Dok. RialDoni]
Awalnya, Rial sempat mengajak rekan-rekannya di Amoba untuk mencoba menciptakan lagu-lagu berbahasa Aceh. Kala itu, band yang meng-cover lagu Indonesia dan barat itu lagi hits di kalangan anak muda. Namun karena teman-teman lain memiliki kesibukan masing-masing, maka hanya Rial dan Doni yang melangkah berdua.

“Kami pun mencoba menggarap project lagu Aceh yang original. Alhamdulillah, bertahan sampai saat ini dan sudah berumur tiga tahun,” ungkap Rial.

Selama tiga tahun terakhir, RialDoni telah menggarap dua album. Album pertama berjudul “Dara Gampong” yang dirilis pada April 2017. Kemudian pada 2019, RialDoni merilis album kedua yang bertajuk “Meurindu”. Setiap album yang diproduksi berjumlah sepuluh lagu.

Ternyata, lagu-lagu yang mereka tembangkan diterima dengan renyah oleh telinga penikmat musik. Dalam hitungan bulan, salah satu lagu di album pertama mereka, “Rindu”, viral di yotube dan media sosial.

“Sampai tembus 5 juta lebih viewer-nya. Ini sangat mengagetkan kami dan tim karena sebelumnya tidak mempunyai ekspetasi besar saat membentuk duo Rialdoni,” ungkap Rial.

Viralnya lagu tersebut berdampak pada pengunjung lagu-lagu lainnya yang mereka rilis di youtube. Jumlahnya juga menembus jutaan viewer. Dampaknya, penjualan compact disk (CD) pun meningkat. RialDoni menjelma artis papan atas di Aceh. Mereka sering mengisi panggung-panggung besar di berbagai event di Aceh.

“Hampir seluruh Aceh kami pernah manggung, kecuali di Simeulue dan Aceh Tamiang. Pernah juga kami diundang ke Palembang dan Malang. Karena terkendala beberapa hal, akhirnya tidak jadi,” ungkap putra kelahiran Lamno, Aceh Jaya, 3 Mei 1992 silam itu.

Intensitas manggung yang cukup tinggi memaksa Rial dan Doni harus memilih. Mereka pun memutuskan keluar dari grup band Amoeba dan melanjutkan kariernya di grup duo.

Penampilan RialDoni di Aceh. [Dok. RialDoni]
Perjalanan grup duo RialDoni selama tiga tahun ternyata berbuah manis. Setelah dua putra Aceh, Ivan Haeqal dan Popon El Azwani memperkenalkan profil mereka pada Ade dan Jeje Govinda, My Music Record pun meliriknya. Dari sanalah, langkah baru mereka dimulai.

Medio November lalu, Rial Dony pun menandatangani kontrak dengan lebel besar tersebut. Kini, mereka bersiap untuk syuting video klip.

Mengawali debutnya di blantika musik Indonesia, pada single pertamanya RialDoni tetap mempertahankan genre Pop Melayu. Pada musiknya disisipkan aliran akustik dengan electronic dance music (EDM). Bedanya, jika sebelumnya lagu-lagu RialDoni berbahasa Aceh, maka di single terbarunya yang berjudul “Sini Sayang, Sana Sayang”, menggunakan bahasa Indonesia.

Meski harus bersaing dengan berbagai talenta di industri musik, Rial dan Doni optimis, single perdana mereka bisa diterima penikmat musik nasional. “Karena kami berangkat dengan warna sendiri,” pungkas Rial.

Kini, saatnya menunggu tuai dari upaya yang telah ditabur. Perjalanan Rial dan Doni dalam blantika musik kini memasuki langkah baru. Semoga, single terbaru mereka dapat diterima masyarakat Aceh dan penikmat musik di Indonesia pada umumnya.[*]

Komentar

Loading...