20 Rumah Warga Paya Bakong Terancam Amblas ke Sungai

Rumah warga di Paya Bakong Aceh Utara terancam ablas akibat erosi Krueng Keureutoe. [Foto: AcehOnline/Hamdani]

ACEH UTARA - Sebanyak 20 unit rumah warga di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Keureutoe, Gampong Blang Gunci, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara terancam amblas ke sungai.

Keuchik Gampong Blang Gunci, Samsul Kamal, mengatakan erosi yang terjadi tersebut diakibatkan oleh pengaruh hujat lebat dan banjir terjadi.

"Sebanyak 20 unit rumah warga yang berada di pinggiran sungai terancam amblas ke sungai dan satu unit rumah Milik Hadijah terpaksa di bongkar warga,” kata Samsul Kamal kepada acehonline.co Senin (24/8/2020).

Ironisnya, kata dia, kendati erosi sungai Krueng keureto tersebut makin parah, namun luput dari perhatian pemerintah, bahkan hingga saat ini belum terlihat adanya tanda-tanda penanganan.

Samsul kamal, meminta kepada pemerintah baik tingkat provinsi maupun kabupaten untuk segera mangambil tindakan guna menghindari erosi meluas dan membuat tebing sungai terus amblas.

Menurutnya, akibat dari belum adanya perhatian dari pemerintah setempat membuat rumah warga Dusun Mesjid Tuha, satu persatu amblas ke sungai bersama tebing sungai.

“Upaya yang sudah kita lakukan pihak kami sudah berkoordinasi dengan pemkab dan anggota DPRK,” sebutnya.

Bahkan, tambah keuchik, Wakil Bupati Fauzi Yusuf bersama dinas terkait sudah turun langsung ke lokasi beberapa waktu lalu dan telah meneruskan masalah tersebut ke tingkat provinsi.

Dia sangat berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk menangani abrasi sungai tersebut sebelum semuanya amblas ke sungai hingga mendekati badan jalan utama penghubung kecamatan.

Untuk warga yang saat ini rumahnya rusak, kata dia, renca nya akan dibangun tempat tinggal semetara dengan swadaya masyarakat, dan ia berharap adanya bantuan rumah layak huni bagi korban erosi tersebut.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk segera menanganinya, bagaimana caranya itu ada pada pemerintah sebelum ini makin parah. Untuk mereka yang rumahnya rusak saat ini ada yang tinggal di rumah saudaranya, ada yang kami bangun rumah sementara dengan dana desa,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Amir Hamzah, mengungkapkan pihaknya telah turun dan melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan bersama Muspika setempat.

“Sementara ini, kami akan koordinasikan dengan Pemkab Aceh Utara dan meneruskannya ke provinsi,” jelasnya.

Untuk menanggulangi masalah ini, tambah Amir Hamzah, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tidak memungkinkan menggunakan dana tanggap darurat.

“Jika anggaran biaya cukup dengan ratusan juta, secepatnya kita bantu secara tanggap darurat, namun ini butuh biaya besar, sepanjang 250 meter yang harus kita bangun,” pungkasnya. []

Komentar

Loading...