Abrasi Pantai Aceh Timur Kian Mengkhawatirkan

Pohon di sepanjang bibir pantai tumbang akibat abrasi di Desa Kuala Peudawa Puntong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Rabu (23/12/2020). [Foto Acehonline.co/Zulkifli]

ACEH TIMUR - Abrasi pantai di sepanjang pesisir Gampong Kuala Peudawa Puntong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, kian mengancam. Bahkan, pasca banjir yang melanda hampir seluruh kecamatan di wilayah itu, berdampak terhadap abrasi pantai telah melebar ke permukiman penduduk.

Beberapa unit rumah warga juga mulai digerus dan terancam ambruk, seperti rumah milik Samiah dan Ismail. Dia mengaku pada malam hari harus mengungsi ke rumah tetangga, karena khawatir tiba-tiba ombak besar menghantam rumahnya. Pada siang hari, Samiah dan Ismail kembali ke rumah.

"Hanya siang kami tempati rumah ini, kalau malam kami mengungsi ke rumah tetangga. Ini karena abrasi pantai telah sampai pintu belakang rumah kami," kata Ketua Tuha Peut Gampong Kuala PP Idi, Aceh Timur, Teungku Junaidi, Kamis (24/12/2020).

Dia berharap, pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi rumahnya dan sejumlah rumah warga lain di kawasan itu yang terancam tersapu ombak besar. Dirinya juga berharap para pengambil kebijakan baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dapat segera melanjutkan pembangunan batu sepanjang pesisir pantai mulai dari Kecamatan Idi Rayeuk hingga ke Peudawa.

"Abrasi pantai yang terus terjadi setiap akhir tahun berkisar antara 40-60 meter. Dua tahun yang lalu halaman belakang rumah kami dengan bibir pantai jaraknya mencapai 100 meter lebih. Tapi sekarang bibir pantai persis di belakang pintu rumah kami," kata Teungku Junaidi.

Sebagai daerah yang memiliki pemimpin, Junaidi juga mengharapkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengirimkan petugas dari dinas terkait untuk melihat kondisi yang sebenarnya, sehingga pembangunan batu penahan ombak bisa dilanjutkan mulai dari Gampong Kuala Peudawa Puntong hingga ke Peudawa.

"Untuk melanjutkan pembangunan batu penahan ombak yang sudah ada hanya tersisa 400-500 meter. Tapi jika keseluruhan di dua kecamatan ini mencapai 4 kilometer," ujar Junaidi seraya mengaku, tidak bisa membayangkan di saat Pemerintah Aceh 'tutup mata' dengan ancaman abrasi pantai di Aceh Timur. []

Komentar

Loading...