Alokasi APBA Tak Memihak Rakyat, Presma Unaya Menduga Ada Permainan

Plt Presma Unaya, Raja Asdika. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Plt Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh, Raja Asdika, menduga ada perminan yang dilakukan oknum-oknum tertentu dalam penyusunan dan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), sehingga anggaran Aceh yang berjumlah Rp 17 triliun lebih tersebut tidak memihak kepada masyarakat Aceh.

“Bisa saja ada permainan dalam penyusunan dan penetapan alokasi APBA tersebut. Semestinya para pihak terkait bisa mengambil sikap tegas, agar anggaran Aceh bisa memihak dan lebih diperuntukan untuk kebutuhan masyarakat,” kata Raja Asdika kepada acehonline.co, Sabtu (25/1/2020), menanggapi pemberitaan “Alokasi APBA 2020 Dinilai Tidak Berpihak Kepada Rakyat”.

Baca juga: Presma Unmuha: Selain Tidak Berpihak Kepada Rakyat Kecil, Alokasi APBA Juga Tidak Tepat Sasaran

Seharusnya, Raja menambahkan, para pejabat baik DPRA dan gubernur serta para Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dapat bersinergi untuk membangun Aceh.

“Forkopimda juga harus bisa merangkul semua kalangan untuk mencari solusi menyelasaikan menyelesaikan berbagai persolan di Aceh, termasuk mengupayakan agar program-program di APBA lebih pro-rakyat,” ujar Raja Asdika.

Selain itu, Raja juga mengatakan, para pemangku kepentingan di Aceh juga juga harus menimbang faktor yang lain, seperti menurunkan angka kemiskinan yang saat ini Aceh berada di urutan pertama provinsi termiskin di Sumatera.

“Kasus lainnya seperti korupsi juga harus diberi perhatian khusus. Karena efek dari kejadian ini sangatlah merugikan masyarakat Aceh,” ungkapnya.

Baca juga: Alokasi APBA 2020 Dinilai Belum Berpihak Kepada Rakyat Aceh

Sebelumnya diberitakan, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2020 yang memuat sejumlah program-program Pemerintah Aceh dinilai belum berpihak kepada rakyat Aceh. Alokasi APBA 2020 dinilai lebih mengutamakan kepentingan aparatur pemerintahan dibandingkan kepentingan publik.

Hal itu diungkapkan sejumlah tokoh dan kalangan elemen sipil Aceh dalam diskusi publik bertema “APBA untuk Siapa?” yang digelar Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) bersama Masyarakat Peduli Otsus (MPO) Aceh, Kamis (23/1/2020), di Warkop 3 In 1 Banda Aceh. []

Komentar

Loading...