APBA 2019 Diusulkan Tambahan Rp 223,4 Miliar, Realisasi Baru 34 Persen

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat menghadiri paripurna DPRA. [Foto: AcehOnline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (RAPBA-P) Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 17,3 trilun dalam Sidang Paripurna DPRA yang digelar di Gedung Utama DPR Aceh, Selasa (17/9/2019). Dalam usulan tersebut, APBA 2019 terjadi peningkatan sebesar Rp 223,4 miliar dari APBA murni 2019 sebelumnya yang disahkan pada akhir 2018 lalu sebesar Rp 17,1 triliun.

Sementara itu terkait realisasi APBA 2019, Nova Iriansyah dalam sambutannya pada paripurna tersebut mengatakan realisasi Belanja Aceh 2019 terhitung hingga 10 September 2019 baru terealisasi sekitar Rp 5,8 triliun atau hanya 34 persen dari total seluruh APBA 2019 sebesar 17,1 triliun.'

Sementara itu di situs P2K-APBA Pemerintah Aceh, tercatat hingga 16 September 2019 realiasi keuangan APBA 2019 baru mencapai 39.3 persen, sedangkan realisasi fisik baru mencapai 45 persen.

Kepada wartawan, Nova Iriansyah mengatakan penambahan angggaran di RAPBA-P dilakukan karena ada persoalan anggaran hibah dan bantuan sosial (bansos) di APBA murni 2019 yang tidak bisa dieksekusi (direalisasikan).

"Kenapa tidak bisa? Itu sebagian hasil pembahasan dengan komisi (DPRA), yang tidak sempat melengkapi dokumen-dokumennya sehingga tidak bisa mendapat pertimbangan TAPA (Tim Anggaran Pemerintah Aceh) sehingga saya tidak bisa tandatangani SK (surat keputusan) hibah dan bansos-nya. Karena kalau dipaksakan akan bermasalah dengan hukum, jadi jalan keluarnya adalah perubahan (APBA 2019), itu sudah kita sepakati dan proses serta sampaikan nota keuangannya hari ini ke DPRA," jelasnya.

Terkait realisi APBA rendah, Nova menjelaskan salah satu penyebabnya dikarenakan Pemerintah Aceh tidak bisa mengeksekusi anggaran hibah dan bansos.

"Upaya untuk menggenjot realisasi anggarannya adalah dengan mengeksekusi hibah dan bansos ini. Insya Allah dua bulan ke depan bisa diupayakan akselerasi dan percepetan, karena hibah dan bansos kalau sudah ketok APBA-P akan bisa langsung direalisasi. Umumnya kalau pekerjaan fisik kan bisa dilaksanakan di bawah dua bulan," ungkapnya.

Soal sanksi bagi Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang memiliki rapor merah dalam realisasi angggaran, Nova mengatakan beberapa waktu lalu telah melakukan rotasi sejumlah kepala SKPA, di mana menurutnya hal itu bagian dari evaluasi dan upaya untuk mempercepat realisasi APBA.

"Itu dilakukan oleh sebuah tim yang dulu namanya Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan), dimana orang yang tepat ditempatkan di tempat yang tepat. Ada 24 orang yang kita lakukan pergeseran, yang itu bagian dari evaluasi SKPA," kata Nova.

Nova juga mengatakan dirinya optimis APBA 2019 setelah perubahan yang mencapai Rp 17,3 triliun dapat terealisasikan sepenuhnya.

Untuk mengantisipasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), kata Nova, dirinya akan melakukan akselerasi dan kelengkapan dokumen agar tidak lagi terjadinya hal-hal non tekhnis yang mengganggu realisasi anggaran. []

Komentar

Loading...