Awal 2021, Satresnarkoba Polresta Banda Aceh Tangkap 71 Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

Konferensi pers Polresta Banda Aceh terkait penangkapan tersangka penyalahgunaan narkotika dan diamankannya 90 Kg ganja. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Sejak menjabat menjadi Kapolresta Banda Aceh tertanggal 5 Januari 2021 hingga saat ini, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, beserta jajarannya khususnya Satresnarkoba, telah menangkap penyalahgunaan narkotika sebanyak 71 orang tersangka.

Kapolresta Banda Aceh, dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (16/3/2021), mengatakan terhitung mulai tanggal 5 Januari hingga 16 Maret 2021, Personel Satresnarkoba berhasil menangkap tersangka penyalahgunaan narkotika sebanyak 71 orang dengan 53 Laporan Polisi.

“Para tersangka penyalahgunaan narkotika ini ditangkap diberbagai lokasi, dengan 53 Laporan Polisi, diantaranya 9 kasus ganja, 43 kasus sabu dan 1 kasus pil ekstasi,” sebut Kapolresta Banda Aceh.

Kemudian, dari 71 tersangka, barang bukti yang diamankan seberat 617,99 gram ganja, 153,52 gram sabu serta 31 butir pil ekstasi, tambahnya.

Sementara itu, setiap tersangka tentunya memiliki modus operandi, seperti menguasai, menyimpan, memiliki ataupun menyediakan narkotika untuk orang lain, tutur Kapolresta.

“Di samping itu, para tersangka tentunya memiliki usia yang berbeda dimana 15-18 tahun sebanyak dua orang, 18-35 tahun sebanyak 53 orang dan lebih dari 35 tahun sebanyak 16 orang. Selain itu, pekerjaan para tersangka sangat bervariasi yang salah satunya PNS di sebuah instansi, swasta sebanyak empat orang, wiraswasta sebanyak 28 orang, petani sebanyak satu orang, pelajar dua orang, buruh empat orang, ibu rumah tangga satu orang dan yang paling banyak itu mahasiswa sebanyak 30 orang,” sebut Kapolresta lagi.

"Untuk para tersangka melanggar Pasal 111 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 dari Undang – Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, pungkas Kapolresta Banda Aceh.

90 Kg Ganja Kering Diamankan di Bandara SIM Aceh Besar

Selain itu dalam konferensi pers itu Kapolresta mengatakan, selama Operasi Antik Selawah 2021 berlangsung selama 20 hari, Satresnarkoba Polresta Banda Aceh bersama TNI AU bekerjasama dalam melakukan penggagalan pengiriman ganja kering 90 Kg di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar pada Minggu (21/2/2021).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, didampingi Danlanud SIM Kol PnB Henri Ahmad Badawi, Kabag Ops Kompol Juli Effendi, dan Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, puluhan kilogram ganja kering tersebut dimasukkan dalam kotak dengan masing-masing 30 kilogram ganja kering.

“Barang yang dikirimkan oleh tersangka J dan R pada tanggal 21 Februari 2021 silam di salah satu loket pengiriman, terpantau Kamera CCTV," ujarnya di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (16/3).

Kasat menjelaskan, usai dititipkan di jasa pengiriman, tersangka langsung kembali pulang. Pihak jasa pengiriman barang pun kemudian mengirim paket tersebut ke Jakarta melalui kargo Bandara SIM Blang Bintang.

Tiba di kargo, barang diperiksa menggunakan X-Ray. Dari pemeriksaan tersebut, petugas bandara merasa curiga, sehingga membuka isi kotak hingga diketahui berisi ganja.

"Sampai ke kargo diperiksa di X Ray, jadi mencurigakan, awalnya di jasa pengiriman ini tidak tahu bahwa itu ganja, mereka menerima saja 3 box awalnya," kata mantan Kasat Resnarkoba Polres Pidie dan Aceh Besar ini.

Penemuan ganja ini pun kemudian diserahkan ke Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan CCTV.

"Setelah kita dalami, kita buka CCTV, kita lihat si pengirimnya siapa, dari alamat dan nomor HP yang ditinggalkan, ternyata nomor HP itu palsu. Namun kita lakukan upaya pelacakan, sehingga kita tahu siapa pelakunya berinisial J dan R," ungkap Raja.

Menurut Raja, kedua tersangka tersebut masih buron. Diduga, kedua tersangka saat ini sudah melarikan diri ke luar Aceh.

"Yang bersangkutan karena mungkin kita kejar dan dia lari ke luar Aceh," tambah Kasat Resnarkoba Polresta Banda Aceh," ungkap AKP Raja Aminudin Harahap.

Sementara itu, Danlanud SIM Kol PnB Henri Ahmad Badawi mengatakan pihaknya menekankan pada petugas yang bertugas di bandara khsususnya di chargo untuk memeriksa sedetail mungkin barang bawaan penumpang.

"Kami juga menekankan kepada personel yang ada di Avsec untuk mengamati CCTV sedetail mungkin manakala ada pengiriman berupa ganja segera melakukan koordinasi dengan petugas di Lanud untuk berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Banda Aceh, sehingga dalam waktu dua bulan terakhir kami berhasil menggagalkan pengiriman di Bandara SIM seberat 90 Kilogram ganja kering ini," ungkapnya. []

Komentar

Loading...