Bahas Penangkapan Kapal asal Sumut, Wabup Aceh Singkil Gelar Pertemuan dengan Panglima Laot

Kapal nelayan asal Sumut yang ditangkap di Aceh Singkil karena melanggar aturan adat. [Foto: Acehonline.co/Zulkarnain]

ACEH SINGKIL - Bahas penangkapan tiga kapal boat asal Tapanuli Tengah dan Sibolga, Pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil, menggelar pertemuan dengan panglima laot, di Opproom Kantor Bupati Desa Pulau Sarok, Kecamatan Singkil, Kamis (7/1/2021).

Pertemuan itu dipimpin Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali dan dihadiri Muspida, Komisi II DPRK Aceh Singkil, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Aceh Singkil serta pemangku lainnya.

Dalam rapat tersebut, Wabup Aceh Singkil meminta persoalan yang timbul pasca penangkapan tiga kapal nelayan dimaksud dapat segera diselesaikan. Di antaranya, warga di kawasan Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumut itu menghadang warga Aceh Singkil ketika membawa ikan tujuan Sibolga melalui mobil, berdalih dengan alasan melanggar adat, Selasa lalu (5/1/2021).

Menurutnya, persoalan tersebut sudah ada titik temunya untuk berdamai, yang difasilitasi Imum mukim Kemukiman Gosong Telaga, Syamsuddin.

"Mungkin oknum warga itu keberatan dalam perdamaian akhirnya berbuntut panjang," ujarnya.

Untuk penyelesaian terkait persoalan tersebut, kata dia, Pemkab Aceh Singkil, akhirnya dalam kesepakatan disepakati dilakukan pertemuan dengan pemerintahan Tapanuli Tengah dan Sibolga, rapat yang dipimpin Wakil Bupati, Sazali itu, meminta untuk diselesaikan, agar mobil pembawa ikan bisa kembali melintas.

"Saya minta Dinas Perikanan menjadi ketua merumuskan poin-poin yang akan dibahas nanti dalam pertemuan dengan Tapanuli Tengah dan Sibolga," pinta Sazali seraya menambahkan, pertemuan tersebut juga menyahuti permintaan dari Pemerintah Tapanuli Tengah, guna mencari solusi dalam pembahasan.

"Untuk itu, perlu dirumuskan, poin-poin yang jadi pembahasan dalam pertemuan antara Pemerintah Aceh Singkil dengan Pemerintahan Tapanuli Tengah dan Sibolga," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sumberdaya Perikan, Chazali yang dikonfirmasi terpisah menyampaikan, berdasarkan hasil musyawarah bersama, pada prinsipnya Panglima Laot Lhok dan Nelayan tradisional untuk sementara tidak mengijinkan nelayan luar beroperasi di Aceh Singkil.

"Jadi untuk kelanjutannya tentang nelayan luar akan dibahas, atau dimusyawarahkan di tingkat Lhok, apalagi kita khusus di Aceh mempunyai kekhususan terhadap poin-poinnya nanti," Imbuh Chazali

Chazali juga menambahkan, terkait pertemuan nanti akan dijadwalkan oleh Wakil Bupati dalam waktu dekat.

"Ke depannya akan dirumuskan oleh Lembaga Panglima Lhok. Jenis jaring, kapal, serta zonasi wilayah tangkap yang diperbolehkan untuk penangkapan ikan sesuai dengan adat lhok masing - masing," terangnya. []

Komentar

Loading...