Bantuan Hibah Rp9,5 Miliar Pemerintah Aceh Dinilai Tidak Tepat

Ketua Koordinator LMND Aceh Singkil Surya Padli. [Foto: Istimewa]

ACEH SINGKIL - Kordinator Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Aceh singkil, angkat bicara terkait bantuan dana hibah Covid-19 Pemerintah Aceh.

Dimana ketahui, bantuan hibah tersebut untuk penanganan covid-19 kepada 100 badan/lembaga/organisasi swasta, di antaranya terdapat untuk mahasiswa dan pemuda se-Aceh dengan besaran dana yang dikucurkan mencapai Rp9,5 miliar lebih.

"Dana dikeluarkan sangat fantastis. Namun jika melihat kondisi sekarang, dimana ekonomi masyarakat jatuh akibat dampak covid-19, seharusnya pemerintah Aceh fokus kepada peningkatan ekonomi, supaya tidak berdampak kepada angka kemiskinan," kata Ketua Koordinator LMND Aceh Singkil Surya Padli kepada acehonline.co Kamis (14/1/2021).

Surya juga menilai, kebijakan tersebut akan membuat Pemerintah Aceh nantinya gagal menjalankan fungsi untuk mensejahterakan rakyat.

"Kebijakan pemberian dana hibah tersebut sangat tidak tepat, seharusnya dana tersebut bisa digunakan untuk pemulihan ekonomi atau kebijakan yang dapat menunjang perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Soal penanganan covid-19, kata Surya, Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh telah diberikan kewenangan masing-masing, bahkan anggaran yang ada di setiap kabupaten/kota terbilang cukup besar.

"Maka, penganggaran dana hibah yang dikucurkan Pemerintah Aceh untuk penanganan covid-19 sangat tidak tepat," terangnya

Untuk itu, Surya meminta Pemerintah Aceh, untuk memberikan penjelasan atau mengaudit dana yang telah diberikan, sehingga masyarakat mengetahui penggunaan dana tersbeut.

"Sehingga dana hibah yang diberikan memang betul-betul terealisasikan, serta bermanfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat Aceh di setiap kabupaten," imbuhnya

"Kami juga meminta kepada Pemerintahan Aceh untuk menjalankan kebijakan yang membuat ekonomi masyarakat kembali stabil, atau membaik akibat covid 19 ini," tambahnya. []

Komentar

Loading...