Barisan Pemuda Aceh: Izin PT EMM Masih Hidup, Plt Gubernur Tidak Menepati Janji

Plt Gubernur Aceh menandatangani pernyataan sikap yang disodorkan mahasiswa tolak tambang. [Foto: Detik.com]

BANDA ACEH - Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) mempertanyakan tindaklajut atau langkah Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam memenuhi tuntutan massa yang menggelar aksi di Kantor Gubernur Aceh beberapa waktu lalu terkait penolakan terhadap PT Energi Mineral Murni (EMM) yang beroperasi di Aceh.

“Korps BPA bersama seluruh aliansi mahasiswa dan lembaga tidak pernah mendapatkan perkembangan apapun dari tim gubernur untuk PT EMM yang telah dibentuk. Kami pastikan amanah yang Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, tandatangani pada 11 April 2019 yang disaksikan oleh puluhan ribu massa tidak terlaksana hingga hari ini,” kata Koordinator Korps BPA Mutawalli, dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Sabtu (23/11/2019).

Mutawalli menjelaskan, Kops BPA merupakan Aliansi Tolak Tambang PT EMM yang beroprasi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya dan Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah seluas 10.000 Hektar.

“Aliansi ini berdiri sejak Rabu, 26 September 2018 melalui diskusi yang dihadiri oleh seluruh Ormawa internal dan eksternal kampus, Organisasi Paguyuban, beserta Civil Society se-Aceh,” jelasnya.

Baca juga: Plt Gubernur Aceh Teken Pernyataan Siap Gugat PT EMM

Pada 09 hingga 11 April 2019, kata Mutawalli, aliansi tersebut menggelar aksi di kantor Gubernur Aceh yang dihadiri oleh kurang lebih 20.000 peserta aksi.

“Dalam aksi itu, Plt. Gubernur Aceh bertanda tangan bahwa, jika tidak mampu menyelesaikan PT.EMM maka akan mundur dari jabatannya. Namun setelah 100 hari paska penandatanganan, mahasiswa kembali melakukan Aksi Bantal di Kantor Gubernur Aceh karena tidak menjalankan amanah puluhan ribu mahasiswa,” jelas Mutawalli.

“Kini Sudah 226 Hari Paska Aksi, Izin PT EMM Masih Hidup, Plt Gubernur Aceh tidak menepati janji dan tim yang dibentuk diduga melakukan upaya-upaya untuk mengakali agar PT EMM beroperasi di Aceh,” tambahnya.

Terhadap tim bentukan Gubernur Aceh yang melakukan upaya mengakali agar PT EMM tetap beroperasi, kata Mutawalli, sesungguhnya telah mengkhianati aspirasi rakyat Aceh.

“Dan kami pastikan akan ada gerakan besar-besaran untuk melumpuhkan gubernur Aceh. Kami berkomitmen penuh tidak akan diam sampai persoalan PT EMM angkat kaki, baik secara fisik maupun izin,” tegas Ketua Korps BPA. []

Komentar

Loading...