Bertambah Satu, Jumlah Positif Covid-19 di Aceh Menjadi 50 Kasus

Data Covid-19 Aceh hingga Selasa, 23 Juni 2020. [Sumber: Dinkes Aceh]

BANDA ACEH - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, merilis akumulasi kasus Covid-19 di Aceh, berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota, per tanggal 23 Juni 2020, pukul 15.00 WIB.

Juru Bicara Pemerintah Aceh yang akrab disapa SAG itu dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co Selasa malam, mengatakan jumlah orang yang Positif Covid-19 di Aceh hingga saat ini sudah mencapai 50 kasus. Pasien positif Covid yang masih dirawat sebanyak 28, sudah sembuh 20 orang, dan dua orang meninggal dunia.

“Kami imbau masyarakat menahan diri dulu dari keinginan berpergian dari dan ke zona merah Covid-19,” kata SAG.

Selain itu, SAG juga memaparkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini sebanyak 2.241 orang. Terdapat penambahan ODP baru sebanyak sepuluh orang dibandingkan data kumulatif kemarin, yang sebanyak 2.231 orang.

“ODP yang masih dalam pemantauan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota saat ini sebanyak 29 orang. Sedangkan sebanyak 2.212 orang sudah selesai menjalani proses pemantauan atau isolasi secara mandiri,” jelas SAG.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjut SAG, sebanyak 117 kasus. PDP yang masih dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 kabupaten/kota saat ini, sebanyak tiga orang.

“PDP di Aceh yang sudah sembuh sebanyak 113 orang. PDP yang meninggal dunia hanya satu orang. PDP itu meninggal pada 26 Maret 2020,” jelasnya.

Asal Banda Aceh

Dilansir Antara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin mengatakan pasien positif ke 50 tersebut merupakan seorang laki-laki berinisial RI 39 tahun, warga Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Menurutnya, RI terdeteksi terpapar Covid-19 bermula dari tes cepat (rapid test) massal yang dilakukan unsur oleh Pemerintah Kota Banda Aceh di beberapa lokasi. Dan hasilnya RI menunjukkan reaktif.

Selanjutnya, petugas medis di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh mengambil sampel usap (swab) hidung dan tenggorokan RI untuk diperiksa dengan metode polymerase chain reaction (PCR), sehingga hasilnya positif virus corona.

"Hasilnya keluar Senin (22/6) sore dan ternyata RI positif Covid-19," katanya, menjelaskan.

Dia menyebutkan RI tidak ada kaitannya dengan keluarga Suk 63 tahun, pasien Covid-19 yang meninggal dunia, namun juga telah menularkan virus corona ke sejumlah anggota keluarganya dan petugas medis.

Seperti diketahui, Suk merupakan pasien asal Brandan Barat, Sumatera Utara yang berkunjung ke rumah anaknya di Aceh Besar, namun terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.

"Belum jelas (RI) kelompok mana, mungkin tidak terkait dengan pasien sebelumnya," kata Azharuddin.

Pihak RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh akan merawat RI hingga negatif, dan Dinas Kesehatan Aceh, kata dia, juga akan melakukan pelacakan terhadap kontak jarak dekat RI selama beraktivitas. []

Komentar

Loading...