Bertambah Satu, Positif Corona di Aceh Kini Berjumlah 89 Kasus

Data Covid-19 Aceh hingga Rabu, 8 Juli 2020. [Sumber data: Dinkes Aceh]

BANDA ACEH - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), merilis akumulasi kasus Covid-19 di Aceh berdasarkan laporan Gugus Tugas kabupaten/kota se-Aceh, per tanggal 08 Juli 2020, pukul 15.00 WIB.

Dalam keterangannya yang diterima acehonline.co, Kamis dinihari (9/7/2020), jumlah positif covid-19 di Aceh kini berjumlah 89 kasus, di mana terdapat penambahan satu orang pasien positif corona, dibandingkan jumlah sebelumnya 88 kasus.

“Positif Covid-19 hingga saat ini sudah mencapai 89 orang. Ada penambahan satu kasus Covid-19, namun kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut,” kata SAG.

Hingga kini, SAG menjelaskan, pasien positif Covid-19 yang sedang dirawat sebanyak 35 orang.

“Sedangkan pasien (positif) yang sudah sembuh berjumlah 51 orang dan tiga orang meninggal dunia,” ungkap SAG.

Sementara itu dilansir Antara, Rabu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif membenarkan adanya penambahan satu pasien baru pria berinisial JI (32 tahun). Dia merupakan warga Aceh Besar.

Namun, Hanif belum memiliki informasi secara detail tentang pasien baru Covid-19 tersebut, baik terkait riwayat perjalanan pasien atau penyebab pasien bisa tertular virus Corona.

Pasien ke-89 Covid-19 Aceh itu dinyatakan terpapar berdasarkan hasil uji sampel usap (swab) PCR di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh pada Selasa malam (7/7/2020)

Data OPD dan PDP

Selain data positif, SAG juga memaparkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh yang kini berjumlah 2.306 orang.

"Ada penambahan ODP baru sebanyak dua orang," katanya.

“ODP yang masih dalam pemantauan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota sebanyak 45 orang. Sedangkan sebanyak 2.261 orang sudah selesai menjalani proses pemantauan atau isolasi secara mandiri,” jelasnya.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjut SAG, sebanyak 126 kasus.

“Tidak ada penambahan PDP yang baru. PDP dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid-19 kabupaten/kota saat ini sebanyak tiga orang,” jelas SAG.

“PDP di Aceh yang sudah sembuh sebanyak 122 orang. PDP yang meninggal dunia hanya satu orang pada 26 Maret 2020,” tambahnya.

Reaktif Rapid Test Belum Tentu Positif Covid-19

Selan itu, SAG juga menjelaskan, hasil rapid test yang reaktif belum tentu positif Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

“WHO menegaskan, pemeriksaan ini bukan untuk menegakkan diagnosis klinis COVID-19. Hasil rapid test reaktif harus dikonfirmasi lagi dengan Real-Time Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR),” kata SAG terkait dengan rapid test terhadap ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, yang hasilnya tak kunjung diumumkan ke publik.

SAG menjelaskan, hasil rapid test tidak diumumkan karena yang reaktif rapid itu belum tentu karena terinfeksi virus corona jenis SARS CoV-2, penyebab Covid-19.

“Bisa juga ada infeksi lain saat pemeriksaan, maka hasilnya reaktif. Karena itu, diambil swab nasofaring dan orofaring untuk uji konfirmasi dengan RT-PCR di Litbangkes Aceh,” ujar SAG.

Terkait berapa orang ASN Setda Aceh yang reaktif rapid test, SAG mengatakan terdapat 65 orang, dari sekitar 900 ASN yang melakukan rapid test pada awal Juli 2020.

“ASN yang reaktif rapid test saat ini tidak beraktifitas di kantor, melainkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka diwajibkan isolasi mandiri, hingga diperoleh hasil uji PCR,” tutup SAG. []

Komentar

Loading...