BNN Aceh Musnahkan Barang Bukti Narkotika dengan Nilai Miliaran Rupiah

Barang bukti narkotika yang dimusnahkan BNN Aceh. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh memusnahkan sejumlah barang bukti narkotika dengan nilai miliaran rupiah, di Kantor BNNP Aceh, Jumat (27/11/2020). Barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan hasil pengungkapan BNNP Aceh bersama Polda Aceh.

Adapun total barang bukti narkotika yang dimusnakan tersebut yakni 8.382,52 gram sabu, 3.352,02 gram pil ekstasi, dan 2.677,6 gram ganja.

“Barang bukti narkotika dimusnahkan hari ini, yang telah dilakukan pengujian di laboratorium barang bukti narkotika,” kata Kepala BNNP Aceh, Heru Pranoto, usai kegiatan pemusnahan tersebut.

Dari 8.382,52 gram sabu yang dimusnahkan, Heru mengungkapkan, adapun uang masyarakat yang dapat diselamatkan sebesar Rp10,059 miliar lebih dengan asumsi 1 gram seharga Rp 1,2 Juta.

Kemudian, lanjutnya, dari 3.352,02 gram pil ekstasi (10.000 butir) yang dimusnahkan, menyelamatkan yang masyatakat sebanyak Rp 2,5 miliar, dengan asumsi 1 butir seharga Rp 250 ribu. Sedangkan dari 2.677,6 gram ganja yang dimusnahkan, menyelamatkan Rp 13,3 juta, dengan asumsi 1 Kg seharga Rp 5 Juta.

Sementara itu, Heru juga mengungkapkan, asumsi masyarakat yang diselamatkan dari pemusnahan barang bukti narkotika itu. Menurutnya, dari 8.382,52 gram sabu yang dimusnahkan, masyarakat yang dapat diselamatkan sebanyak 33.530 orang, dengan asumsi 1 gram merusak empat orang.

Sedangkan, dari 3.352,02 gram pil ekstasi (10.000 butir) yang dimusnahkan, menyelamatkan 10.000 orang dengan asumsi 1 butir merusak satu orang. Sementara itu dari 2.677,6 gram ganja yang dimusnahkan, menyelamatkan 2.677,6 orang, dengan asumsi 1 gram merusak satu orang.

Heru juga menjelaskan, jika dilihat dari modus operandi dari para pelaku tindak pidana narkotika tersebut dalam melakukan aksi kejahatannya selalu berubah-ubah.

“Hal itu dilakukan untuk mengelabui atau mengecoh para petugas agar terhindar dari pengejaran dan penangkapan petugas di lapangan,” ungkapnya.

Pemusnahan barang bukti narkotika ini, kata dia, adalah sebagai wujud transparansi dan pertanggungjawaban BNN kepada publik dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Yaitu barang sitaan narkotika dan prekursor narkotika yang berada dalam penyimpanan dan pengamanan penyidik yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan,” imbuhnya. []

Komentar

Loading...