Congkel Jendela Kamar Seorang Wanita dan Curi Hp, Dua Warga Aceh Utara Diringkus Polisi

Ilustrasi maling. [Foto: Istimewa]

LHOKSEUMAWE – Dua pelaku pencurian dan pemberatan (curat), yakni IS (20) dan DB (22) diringkus polisi usai menggasak dua unit Hp Android di sebuah rumah di Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (21/11/2020).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, dalam konferensi pers, Minggu (22/11/2020), mengatakan peristiwa itu diketahui korban (pemilik rumah), Ayu Sarah (26 tahun) ketika ia hendak bangun untuk menunaikan ibadah sholat subuh pada pukul 05.30 WIB.

"Setelah selesai melaksanakan sholat shubuh, saat itu korban merasa aneh kenapa alarm handphone untuk membangunkan sholat shubuh itu tidak berbunyi seperti biasanya. Lalu korban menuju ke tempat tidur untuk mencari Handphonenya, ternyata dua unit Handphone Android miliknya yang sebelum tidur diletakkan di atas kasur sudah tidak ada lagi, lalu korban mencari disekitar kamar ternyata tidak ditemukan," ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim Iptu Yoga Prasetya dan Kapolsek Dewantara AKP Nurmansyah.

Saat itu, kata Kapolres, korban terkejut melihat jendela kamar tidurnya itu dalam keadaan terbuka dan telah dirusak dengan dicongkel bagian bawah jendela tersebut. Di situ korban sadar, bahwa dua Handphone Android miliknya telah dicuri. Selanjutnya sekira pukul 07.00 Wib, korban mendatangi Kantor Polsek Dewantara untuk melaporkan kejadian yang telah menimpanya.

Setelah menerima laporan tersebut, tambah Kapolres, petugas Kepolisian langsung melakukan pengembangan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat, kurang dari 24 jam penyidik Unit Reskrim Polsek Dewantara Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap dan meringkus pelaku tindak pidana pencurian tersebut.

Adapun barang bukti yang disita, yakni satu unit Handphone Android merk Oppo A92 warna hitam, satu unit Handphone Android merk Oppo A3s warna hitam dan satu batang besi stainless.

Kapolres menambahkan, penyidik mendapatkan barang-barang tersebut di dalam semak belukar halaman belakang salah satu rumah kosong yang juga berada di desa tersebut, yang mana sebelumnya barang-barang itu disembunyikan oleh para pelaku selama tiga atau empat hari ke depannya dengan maksud dan tujuan pelaku supaya situasi benar-benar aman. Lalu, kedua handphone tersebut akan dijual.

"Batang besi stainless model T adalah alat yang digunakan oleh pelaku untuk mengambil handphone dari balik jendela kamar tidur rumah korban. Modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka dalam perkara ini adalah melakukan perbuatan secara bersama- sama dan bersekutu namun memiliki peran masing-masing, yakni IS merusak dan mencongkel bagian bawah jendela kamar serta mengambil dua Handphone milik korban," sebutnya.

Sedangkan DB, lanjut Kapolres, berdiri di dekat tersangka berinisial IS untuk berjaga -jaga dan memantau situasi. Pengakuan sementara tersangka kepada penyidik, karena masalah ekonomi, yang mana para tersangka tidak memiliki pekerjaan tetap.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Lhokseumawe. Keduanya terancam maksimal 7 tahun kurungan. []

Komentar

Loading...