Dilarang Main WiFi, Pemuda Asal Meurah Mulia Aniaya dan Ancam Bunuh Polisi

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto saat berbicara dengan pelaku penganiayaan anggota Polri saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Senin 25 januari 2021. [Foto: Acehonline.co/Jefry T]

LHOKSEUMAWE - Marah karena dilarang main WiFi hingga larut malam, ZF (29), asal Meurah Mulia, Aceh Utara menganiaya anggota Polri. Selain itu, pelaku juga mengancam akan membunuh korban.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Senin (25/1/2021), mengatakan tersangka dibekuk di Desa Lampulo, Banda Aceh pada hari Minggu 14 Januari 2021.

"Selain melakukan penganiayaan, tersangka juga merampas handphone milik korban. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sakit di bagian paha dan memar di bagian pinggang," ujarnya.

Kronologis kejadian, kata Kapolres, pada Sabtu tanggal 09 Januari 2021 sekira pukul 22.30 WIB, korban sedang melaksanakan tugas piket di Mako Polsek Meurah Mulia. Dia kemudian mendapatkan telepon dari Keuchik Desa Geulumpang yang meminta bantuan untuk manegur anak-anak remaja di desanya yang masih bermain Wifi hingga larut malam, dimana hal itu melanggar aturan desa setempat yang telah ditetapkan (qanun gampong).

Setelah bertemu dan berembuk dengan perangkat desa, jelas Kapolres, korban bersama dengan perangkat desa langsung menuju ke warung Wifi yang berada di desa tersebut. Saat tiba di warung dan hendak membubarkan remaja di warung, tiba-tiba dari belakang warung datang tersangka sambil memegang sebilah pedang sambil berteriak "ke mana anak kecil baris kalian semua".

Kemudian setelah itu, tersangka langsung mengejar semua orang yang berada di tempat tersebut dan juga mengejar korban yang memakai seragam lengkap Polri.

"Saat dikejar, korban terjatuh sehingga tersangka langsung memukul korban dengan menggunakan pedang sampai korban tidak berdaya. Tersangka kemudian meninggalkan korban dan korban meminta bantuan kepada warga. Namun tersangka kembali lagi dan melakukan penganiayaan, bahkan ZF mengambil handphone serta mengancam akan membunuh korban," jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, tambah Kapolres, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh antara lain paha sebelah kiri terkilir, pinggang terasa sakit jalan pincang dan trauma.

Setelan melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, ditemukan bukti bukti kuat. Sehingga Polres Lhokseumawe menangkap pelaku ZF di Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Barang bukti yang disita, sebilah pedang samurai dan satu unit hp android merek Vivo.

"Hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku melakukan perampasan HP milik korban dan juga melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan sebilah pedang samurai miliknya. Alasannya, tersangka marah kepada korban karena melarangnya untuk bermain WiFi,' pungkas Kapolres.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Lhokseumawe. Tersangka diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara dan 1 tahun terkait kepemilikan senjata tajam. []

Komentar

Loading...