Dosen Unsyiah Ini Minta Internet Gratis untuk Pendidikan Daring

Rustam Effendi. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Rustam Effendi meminta Pemerintah Indonesia memberikan fasilitas internet gratis pendidikan. Tujuannya, agar selama penerapan pendidikan dalam jaringan (Daring) semasa ancaman Cocora Virus Desease 2019 (Covid-19) ini, memungkinkan masyarakat kurang mampu dapat mengikuti proses belajar-mengajar secara tenang dan nyaman.

Permintaan itu disampaikan Rustam Effendi melalui surat terbuka yang dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo, Selasa (31/3/2020). Di awal suratnya, Rustam menyampaikan perkembangan pendidikan di Aceh, khususnya dalam situasi darurat karena ancaman COVID 19 yang terus merebak saat ini.

Kata Rustam, sejak Indonesia ditetapkan sebagai salah satu negara yang sebagian rakyatnya diduga terinfeksi COVID-19, beberapa sektor pembangunan, termasuk sektor pendidikan, ditempuh kebijakan yang bersifat khusus. Di Provinsi Aceh, lembaga pendidikan seperti sekolah dan madrasah pada semua jenjang, baik umum dan agama, hingga perguruan tinggi, telah diinstruksikan untuk ditiadakan proses belajar-mengajarnya sementara waktu. Tujuannya, untuk mengefektifkan upaya pemutusan mata rantai jalur koneksitas COVID-19 tersebut.

Sejak dua minggu lalu, imbuh Rustam, anak-anak peserta didik tidak boleh ke sekolah lagi. Namun, proses belajar-mengajar antara guru dan murid tetap berlangsung melalui peralatan komunikasi dengan bantuan media. Di antaranya memanfaatkan jejaring medsos seperti WA, Messenger, FB, dan lainnya. “Meskipun masih harus diuji efektivitasnya, inilah yang sedang berlangsung dan kondisi ini dapat dimaklumi bersama,” tulis Rustam

Rustam melihat, bagi anak-anak yang orang tuanya berkemampuan menyediakan akses secara mandiri, semisal Indihome atau lainnya, tidak menjadi persoalan. Anak akan bisa berselancar dengan mudah, tanpa kendala. Namun, kendala terjadi bagi anak-anak yang orang tuanya kurang mampu, atau tidak dapat menyediakan jaringan komunikasi di rumah.

“Tentu ini menjadi persoalan. Hasil amatan kami, mereka agak kesulitan dalam membeli paket kuota tertentu untuk kebutuhan proses belajar-mengajar tersebut. Apalagi, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja masih sulit. Kita tentu tidak berharap, jika penghasilan yang diperoleh orang tuanya itu hanya cukup membeli paket pulsa anak-anaknya, sementara keluarga mereka sendiri terpaksa menahan lapar dan dahaga,” ujar Rustam.

Karena itgu, untuk mengatasi situasi sulit, terutama dalam 1-2 bulan ini, Rustam berharap Pemerintah, dalam hal ini Presiden RI, mengeluarkan kebijakan menggratiskan akses layanan Internet kepada masyarakat kurang mampu. Khususnya yang anggota keluarganya berstatus peserta didik, sehingga memungkinkan mereka (murid/siswa) dapat mengikuti proses belajar-mengajar dengan penuh ketenangan dan kenyamanan.

“Layanan gratis internet ini pun hanya berlaku khusus untuk masa darurat ini saja,” usul Rustam.

Hingga tadi sore, surat terbuka yang ditembuskan kepada Menkominfo Jhonny G Plate, Meneg BUMN Erick Thohir, dan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah itu telah beredar di berbagai jejaring sosial. Beberapa netizen menganggap, permintaan Rustam ini mewakili permintaan masyarakat secara keseluruhan.[]

Komentar

Loading...