DPRK Minta Pemko Banda Aceh Siapkan Belajar Tatap Muka

Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, saat memimpin sidang paripurna pengesahan APBK Banda Aceh 2021. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh segera melakukan persiapan belajar secara tatap muka di sekolah.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar dalam paripurna yang juga dihadiri langsung oleh Wali kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Plt Setda Kota, Muzakkir Tulot, Senin (30/11/2020).

Farid menuturkan, selama ini proses belajar sekolah dilakukan secara daring (online) selama sembilan bulan, terhitung sejak 16 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. Namun, berdasarkan informasi dari Pemko, dalam beberapa hari terakhir, Banda Aceh terjadi penurunan yang signifikan jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, sementara jumlah pasien yang sembuh meningkat dan jumlah pasien yang meninggal nihil.

Maka untuk itu, lanjut Farid, awal Desember Banda Aceh diharapkan bisa masuk ke zona kuning dan tentu harapan lainnya juga di akhir Desember sudah masuk ke zona hijau, sehingga pada awal tahun 2021 para siswa atau murid sudah bisa belajar secara tatap muka. Hal ini menurutnya perlu dilakukan untuk merespon keluhan para orang tua, kepala sekolah, guru serta siswa terhadap berbagai kendala selama proses belajar secara daring dilaksanakan selama ini.

"Dalam hal ini DPRK meminta Pemko melalui dinas pendidikan dan kebudayaan untuk dapat melakukan langkah dan persiapan pembukaan sekolah belajar secara tatap muka," kata Farid yang juga didampingi Wakil Ketua DPRK, Usman dan Isnaini Husda.

Dia juga mengatakan, perlu dipastikan juga kesiapan sekolah dan warga sekolah (murid atau siswa, kepsek, guru, serta orang tua) untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga kebersihan sekolah dengan desinfektan, menyediakan wastafel portabel, memastikan warga sekolah memakai masker serta menjaga physical distancing dalam kegiatan belajar-mengajar.

Kemudian persiapan belajar tatap muka, lanjut Farid, perlu dimulai dengan melakukan sosialisasi secara massif kepada siswa, guru, serta para orang tua. Dilanjutkan dengan edukasi kepada warga sekolah, kemudian simulasi sebagai tanda kesiapan pihak sekolah untuk melakukan belajar secara tatap muka (luring) di masa pandemi Covid19.

"Yang perlu dipastikan yakni kesiapan dari siswa-siswinya, guru, orang tua dan warga sekolah agar tetap menjaga protokol kesehatan yakni 3M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak saat proses belajar-mengajar," tuturnya. []

Komentar

Loading...