Dugaan Penipuan, Pimpinan Travel Elhanief Dilaporkan ke Polda Aceh

Faidah Rahmi didampingi kuasa hukumnya saat melaporkan pimpinan Travel Elhanif ke Polda Aceh. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Faidah Rahmi (34) asal Aceh Tengah, melaporkan pimpinan travel haji dan umrah Elhanief ke Polda Aceh atas dugaan penipuan dan penggelapan uang jamaah.

Korban yang didampingi pengacaranya, Muhammad Ari Syahputra, kepada acehonline.co di Banda Aceh, Minggu (6/9/2020), mengatakan pihaknya melaporkan pimpinan perusahan Elhanief Tour dan Travel ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh dengan Surat Tanda Terima Laporan No. STTLP/241/IX/YAN.2.5/2020 SPKT tertanggal 5 September 2020, yang ditandatangani oleh kepala SPKT Kompol Mustafa.

Menurutnya, pimpinan perusahaan jasa haji dan umrah ini disinyalir telah melakukan penipuan dan pengelapan terhadap korban yang merupakan perwakilan Elhanief Tour dan Travel Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sekitar April 2019, dengan cara tidak memberangkat calon jamaah haji dan umrah yang telah melunasi biaya perjalanan.

“Pada awalnya, korban merupakan perwakilan Elhanief Tour dan Travel wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah mulai 2016 dipercaya dan ditunjuk oleh pimpinan perusahaan itu untuk merekrut calon jamaah yang akan diberangkatkan melalui agen perjalanan tersebut,” ujar Ari.

Sesuai dengan komitmen para jamaah yang sudah melunasi biaya perjalanan, kata Ari, akan diberangkatkan pada bulan April dan Desember 2019. Akan tetapi, pada waktu yang telah ditentukan oleh pimpinannya itu para jamaah tersebut tidak diberangkatkan.

“Setelah dikonfirmasi oleh korban kepada pihak Elhanief Tour dan Travel menyatakan tidak sanggup lagi untuk memberangkat calon jamaah haji dan umrah tersebut karena keterbatasan biaya, sehingga pihak Elhanief berjanji akan mengembalikan uang para calon jamaah seluruhnya,” sebutnya.

Kemudian, tambah Ari, pada saat pihak Elhanief berjanji mengembalikan seluruh uang para calon jamaah, maka para calon jamaah tersebut merasa keberatan dan meminta Elhanief Tour dan Travel untuk memberangkatkan mereka sesuai komitmennya.

“Atas dasar tersebut Elhanief meminta kepada korban serta disaksikan para calon jamaah yang hadir ketika itu sekitar 25 orang untuk memberangkatkan calon jamaah yang sudah melunasi biaya perjalanan melalui travel lain. Segala biaya keberangkatan calon jamaah melalui travel lain ditanggung sepenuhnya oleh korban serta biaya tersebut akan diganti pada 3 Juli 2019 oleh Elhanief Tour dan Travel,” jelas Ari.

Sesuai janji Elhanief, lanjutnya, akan menganti uang korban pada tanggal 3 juli 2019 yang telah memberangkat seluruh calon jamaah haji dan umrah sekitar 45 orang melalui travel lain. Namun, sampai saat ini belum juga direalisasikan.

“Bahkan, pimpinan travel ini tidak dapat dihubungi lagi serta tidak diketahui keberadaannya. Atas dasar tersebutlah korban melaporkan dugaan penipuan dan pengelapan ke Polda Aceh,” pungas Muhammad Ari Syahputra. []

Komentar

Loading...