Eks Teroris di Aceh Bentuk Yayasan Perdamaian

Wilayah Aceh dilihat dari satelit. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Yayasan Jalin Perdamaian yang beranggotakan para eks napi teroris di Aceh membangun hubungan kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Banda Aceh, Sabtu siang (23/3/2019).

Prof Irfan Idris MA, Direktur Deredikalisasi BNPT RI mengatakan kerjasama tersebut dilakukan dalam upaya pencegahan intoleransi dan paham radikal yang begitu pesat berkembang pada masyarakat dunia bahkan Indonesia sekalipun.

"Kami menyambut baik kerjasama antara BNPT dan Yayasan Jalin Perdamaian untuk sama-sama membangun Indonesia dalam menangkal segala bentuk paham radikalisme," ujarnya dalam sambutan acara Silaturrahmi dan Peresmian Yayasan tersebut.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Jalin Perdamaian, Yudi Zulfahri berharap agar Yayasan yang dipimpinnya bisa bersinergi dengan Pemerintah Aceh dan berbagai lembaga maupun instansi lainnya dalam upaya mencegah berkembangnya paham-paham ekstrim.

Ia mengeluhkan berbagai kesulitan yang dihadapi para eks napi teroris tersebut baik dalam bersosialisasi maupun mencari pekerjaan.

"Mereka (eks napi teroris) sering dilabel-kan atau dianggap oleh masyarakat bahwa dia itu sebagai teroris, dan itu menjadikan mereka sulit dalam bersosialisasi maupun mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," jelas Yudi.

Direktur Jalin Perdamaian itu juga berharap kepada pemerintah agar dapat membantu eks napi teroris agar bisa mendapatkan pekerjaan layak dan bisa kembali bersosialisasi dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Darwan, Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Banda Aceh menanggapi keluhan yang disampaikan Yudi tersebut.

Ia mengatakan, untuk saat ini para eks teroris bisa memperoleh pelatihan skill guna mendapat penghasilan layak yang dibimbing langsung oleh Bapas yang dipimpinnya.

"Kita akan memberikan bimbingan kemandirian berupa kursus setir mobil dan perolehan SIM A dengan harapan agar eks napi tersebut dapat hidup mandiri," terangnya.

Dengan diresmikannya Yayasan Jalin Perdamaian itu, Kabapas berharap dukungan dan sinergitas pada pihak-pihak Forkopimda, TNI, Polri, Tokoh Agama, Akademisi, Ormas serta peran masyarakat untuk sama-sama melakukan pembinaan kepada para mantan napi teroris. []

Komentar

Loading...