Empat Kabupaten Ini Berpotensi Jadi Pusat KEK Barat-Selatan Aceh

Wilayah Aceh dilihat dari satelit. [Foto: Istimewa]

BLANGPIDIE - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh, Makmur Budiman mengatakan, sebuah kabupaten berpotensi dijadikan pusat kawasan ekonomi khusus (KEK) barat-selatan jika daerah tersebut memiliki kedalaman laut yang cukup di kawasan pelabuhan.

“Poin penting kedalaman laut, disamping tersedianya lahan, karena nanti kalau pelabuhan lautnya kurang dalam, proses ekspor-impor dengan kapal besar menjadi terkendala,” katanya saat dihubungi dari Blangpidie, Aceh Barat Daya, Sabtu, 13/7/2019.

Budiman mencotohkan seperti Tanjung Priuk. Teluk Jakarta di Pulau Jawa sebelumnya terjadi pendangkalan laut di kawasan pelabuhan, sehingga kapal-kapal besar dari negara-negara Eropa terpaksa transit ke Singapure.

“Selama ini saja mereka bisa bergerak cepat dengan kapal-kapal besar. Sebelumnya harus transit dulu di Singapura. Jadi, kedalaman laut di kawasan pelabuhan ini sangat menentukan proses ekspor-impor untuk puluhan tahun ke depan,” tuturnya.

Makmur Budiman mengelak ketika ditanya kabupaten mana saja yang cocok dan strategis untuk dijadikan pusat KEK dan KIT barat-selatan Aceh.

“Mungkin bisa Aceh Jaya, Meulaboh, Abdya, mungkin bisa juga Aceh Selatan, nanti ada poin-poin tertentu dari tim penilai,” sebutnya.

Baginya terpenting sekarang, pemerintah daerah di barat-selatan harus mempersiapkan semua yang jadi penilaian, agar nanti tidak berulang-ulang dalam membuat masterplan akibat perencanaan kurang matang.

“Kalau masterplan dan perencanaan kurang matang bisa berbahaya juga bagi masa depan wilayah kita khususnya proses ekspor-impor,” harapnya.

Oleh karena itu, ia berharap mulai sekarang pemerintah daerah dan legislatif di daerah-daerah harus berpikir lebih konfrehensif, artinya, semua pola perencanaan dilakukan harus melahirkan perubahan-perubahan di masa mendatang.

“Pak Gubernur sangat berharap itu, sebab selama ini kita mengandalkan konsep APBA sudah mencapai Rp100 triliun, tapi kita tidak punya hasil apa-apa. Jadi salah satunya sekarang kita harus berharap pada keberlanjutan industrialisasi ini,” ujarnya.

Kadin Dukung Barat-Selatan Aceh Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Makmur Budiman mengatakan, wilayah barat-selatan sangat strategis untuk dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK), karena memiliki berbagai macam komoditas andalan untuk di ekspor.

"Wilayah barat-selatan cukup strategis, karena selama ini ekspor CPO semua melalui pelabuhan Medan, Sumatera Utara. Sementara ekspor CPO kita tiap tahun ada sekitar 800 ribu ton produksi Aceh," katanya saat dihubungi dari Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Sabtu.

Makmur menyampaikan hal itu ketika ditanya terkait gagasan Plt Gubernur Aceh ingin menjadikan KEK di wilayah barat-selatan, dan gagasan itu diketahui setelah seluruh bupati/walikota dipanggil Gubernur untuk diberitaukan kegiatan KEK pada Kamis (11/7/2019).

"Itu adalah gagasan luar biasa dari Plt Gubernur Aceh, karena dengan berkembangnya KEK di barat-selatan itu ada beberapa kemudahan diberikan oleh Pemerintah Pusat, karena disitu nanti kita ekspor selain impor. Kita juga dibebaskan biaya masuk dari Pemerintah Pusat, sehingga kita lebih kompetitif dibandingkan dengan daerah non KEK," kata Makmur.

Disamping itu, lanjut Makmur, wilayah barat-selatan sangat strategis untuk dijadikan KEK dan kawasan industri terpadu (KIT) karena wilayah yang berhadapan dengan Samudera Hindia tersebut memiliki berbagai macam komoditas andalan untuk diekspor.

Salah satunya komoditas sawit barat-selatan, dimana minyak mentah kelapa sawit atau CPO produksi Aceh mencapai 800 ribu ton/tahun dan terpaksa harus diekspor melalui pelabuhan Medan, Sumatera Utara, sehingga Aceh mengalami kerugian mencapai Rp1,6 triliun/tahun pada satu macam komoditi.

"Jadi kalau ilmu akuntannya, kita rugi mencapai Rp1,6 triliun/tahun pada satu macam komoditi, belum komoditas lainnya. Jadi, dengan kehadiran KEK di wilayah barat-selatan Aceh tentu kerugian besar itu kedepan bisa kita atasi, karena proses ekspor CPO sudah bisa kita lakukan via barat-selatan," tuturnya.

Apalagi, jarak tempuh barat-selatan ke Asia Selatan begitu dekat via Samudera Hindia dan ditambah lagi Pemerintah RI telah menjalin kerjasama dengan Perdana Menteri India, tentu dapat membuka peluang baru untuk memasukkan berbagai komoditas Aceh ke Pulau Andaman-Nikobar India.

"Keberadaan KEK sangat kompetitif bagi India, karena jarak angkut dari Aceh ke Andaman-Nikobar yang luar biasa dekat. Jadi, kita berharap masyarakat agar mendukung gagasan yang sangat luar biasa ini, karena nanti akan muncul magnet-magnet industri baru di barat-selatan Aceh," ujarnya.[]

Komentar

Loading...