Enam Nelayan Aceh yang Dipulangkan dari Thailand Disambut Haru Keluarga

Lima Nelayan di bawah umur yang baru tiba di Aceh Timur diserahkan kepada Pemerintah setempat, yang berlangsung di aula Kantor Dinas BPBD Aceh Timur, Minggu (19/7/2020). [Foto: AcehOnline/Zulkifli]

IDI - Enam nelayan Aceh di bawah umur yang dipulangkan dari Thailand, kini telah berkumpul kembali bersama keluarga masing-masing, Minggu (19/7/2020).

Sebelumnya, keenam nelayan itu ditangkap Pemerintah Thailand bersama 51 nelayan asal Aceh lainnya atas tuduhan memasuki teritorial negara tersebut secara ilegal pada 10 Maret dan 21 Januari 2020 lalu.

Usai menjalani peradilan, keenam nelayan di bawah umur itu dianggap masih memiliki masa depan yang panjang, tidak pernah melanggar hukum Thailand, dan memperoleh penilaian baik dari rumah penitipan anak.

Lima dari enam nelayan yang dipulangkan tersebut berasal dari Aceh Timur, sementara satu orang berasal dari Aceh Utara. Mereka diantar langsung ketempat asalnya oleh perwakilan Pemerintah Aceh didampingi dua Anggota DPRA, yakni Iskandar Usman Al-Farlaky dan Muhammat Yunus Banta. Dan diserahkan melalui Pemerintah kabupaten masing-masing.

Adapun keenam anak tersebut yaitu Mawardi (16 thn), Desa Matang Bungong Kecamatan, Idi Timur, Aceh Timur. Ikbal (16), asal Desa Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Abdul (16), asal Desa Paya Seungat, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Selanjtnya Hamdan (17), asal Desa Alue Itam Kecamatan Peudawa, Aceh Timur. Mustafa (16) asal Desa matang Pineung, Kecamatan Darul aman, Aceh Timur.Serta M Israkil Kasta (17) asal Desa Pulo Blang, Aceh Utara.

Pihak keluarga menyambut haru kepulangan mereka. Bahkan, pihak keluarga nelayan yang masih ditahan pun ikut menyambut untuk menanyakan kabar keluarganya yang masih menjalani proses hukuman di Thailand.

"Ini berkat kerjasama semua pihak, terutama Pemerintah Pusat melalui Kementrian Luar Negeri, KBRI Bangkok, KJRI Song Kla dan Pemerintah Aceh, juga teman-teman media yang ikut memberitakan terkait nasib nelayan kita yang terdampar atau masuk dalam perairan Thailand,” Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky kepada wartawan pada Minggu (19/7).

Para nelayan di bawah umut tersebut, sambung Iskandar, dibebaskan atas segala sangkaan karena dianggap masih memiliki masa depan yang panjang, tidak pernah melanggar hukum Thailand, serta memperoleh penilaian baik dari rumah penitipan anak.

"Mereka telah menjalani semua tahapan protokol Covid-19 dan telah diperkenankan bertemu kembali dengan keluarga. Proses serah terima juga telah kita lakukan," ujar Iskandar.

"Ke depan kita berharap, agar Pemerintah dapat memperdayakan anak-anak yang masih di bawah umur agar mereka tidak lagi melaut tetapi menghabiskan masa mudanya itu di dunia pendidikan, sehingga masa depannya jauh lebih cerah." pungkasnya.

Komentar

Loading...