GeRAK Minta Wali Kota Banda Aceh Desak PDAM Pastikan Penetapan Volume Pemakaian Air Pelanggan

Kepala Divisi Kebijakan Publik GeRAK Aceh, Fernan. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Kepala Divisi Kebijakan Publik Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Fernan, meminta Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman untuk memerintahkan dan mendesak PDAM Tirta Daroy terkait kepastian penetapan volume (kubik) pemakaian air pelanggan di masa Pandemi Covid-19.

"Selama pandemi Covid-19, Dirut PDAM mengaku tidak menurunkan petugas untuk melakukan pencatatan meteran (foto), sehingga tagihan ke pelanggan menggunakan estimasi pemakaian tiga bulan terakhir. Ini tentu tidak ada kepastian berapa volume pemakaian air pelanggan, sehingga terkesan penetapannya tebak-tebakan. Jika estimasinya lebih dari pemakaian, tentu warga Banda Aceh dirugikan," kata Fernan kepada acehonline.co, Selasa (14/7/2020), di Banda Aceh.

Meski pihak PDAM menyatakan akan melakukan penyesuaian jika ada kelebihan pembayaran, Fernan menyatakan, pelanggan tetap dirugikan, karena harus membayar mahal dari air yang dipakai.

"Maka dari itu, kepastian penetapan volume ini menjadi penting, agar pelanggan tidak dirugikan. Jika hanya estimasi (perkiraan), maka jika satu pelanggan lebih melakukan pembayaran Rp10-20 ribu saja, bayangkan saja berapa kelebihan pembayaran pelanggan jika 100 ribu rumah atau pelanggan," ungkapnya.

"Jangan di situasi Covid seperti ini, masyarakat diberikan beban tambahan baru," tambah Fernan.

Kepastian ini, lanjut Fernan, akan lebih membuat kepercayaan publik kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya PDAM Tirta Daroy.

"Jika ada kepastian, tentu warga tidak akan mengeluh terhadap pembayaran rekening air dan warga akan iklas membayarnya. Jadi, bukan pendistribusian yang hampir menccapai 100 persen saja yang difokuskan, keluhan-keluhan warga juga harus ditampung dan disikapi dengan bijak. Jangan sampai terkesan PDAM atau Pemko Banda Aceh dicap anti kritik," tegas Fernan.

"Sebenarnya, PDAM tidak menurunkan petugas di masa Covid bukan alasan. Mereka tetap memungkinkan menurunkan petugas untuk pencatatan meteran, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, yakni memakai masker dan sarung tangan," tutup Fernan.[]

Komentar

Loading...