Ini Komposisi RAPBA-P 2019 yang Disampaikan Plt Gubernur Aceh ke DPRA

Paripurna pengesahan Rancangan APBA-P 2019 di Gedung Utama DPR Aceh. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengusulkan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (RAPBA-P) Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 17,3 trilun dalam Sidang Paripurna DPRA yang digelar di Gedung Utama DPR Aceh, Selasa (17/9/2019).

Dalam sambutannya dalam paripurna tersebut, Nova Iriansyah menyampaikan komposisi RAPBA-P yang merupakan tindaklanjut dari KUPA-PPAS Perubahan yang telah disepakati bersama DPRA.

Berikut komposisi RAPBA-P Tahun Anggaran 2019 yang disampaikan Plt Gubernur Aceh:

  1. Pendapatan Aceh Rp 15.692.348.566.941,-
  2. Belanja Aceh Rp 17.327.727.853.122,-

Surplus/(Defisit) Rp (1.635.379.286.181,-)

  1. Pembiayaan Aceh terdiri dari :
    a. Penerimaan Rp 2.954.457.964.942,-
    b.Pengeluaran Rp 0,
    Pembiayaan Netto Rp 2.882.457.964.942,-
  1. SiLPA Rp 1.247.078.678.761,-

Sementara itu, gambaran secara garis besar komposisi RAPBA-P Tahun Anggaran 2019 yaitu:

I. PENDAPATAN

Dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Qanun Aceh Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Aceh sebagaimana telah diubah dengan Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Qanun Aceh Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Aceh, Pendapatan Aceh yang dialokasikan dalam RAPBA-P Tahun Anggaran 2019, berasal dari tiga sumber penerimaan, yaitu:

1. Pendapatan Asli Aceh

Pendapatan Asli Aceh yang semula direncanakan sebesar Rp 2.481.629.033.946,- menjadi sebesar Rp 2.589.284.044.683,- atau terjadi peningkatan 4,34 %.

  1. Dana Perimbangan

Alokasi penerimaan dana perimbangan yang dianggarkan dalam RAPBA-P Tahun Anggaran 2019 mengalami peningkatan dengan rencana semula sebesar Rp 4.182.068.874.212, menjadi sebesar Rp 4.238.307.284.062,- atau terjadi peningkatan 1,34%.

  1. Lain-Lain Pendapatan Aceh Yang Sah

Rencana pendapatan dari Lain-Lain Pendapatan Aceh Yang Sah mengalami kenaikan dari rencana semula sebesar Rp 8.860.030.784.000,- menjadi sebesar Rp 8.864.757.238.196,- atau terjadi peningkatan 0,05%.

II. BELANJA

Perubahan anggaran Belanja Aceh dalam RAPBA-P Tahun Anggaran 2019 yang disampaikan kepada sidang paripurna, disusun dengan memperhatikan prioritas kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, serta sesuai dengan KUPA-PPAS.

Perubahan anggaran belanja tahun anggaran 2019 direncanakan sebesar Rp 17.327.727.853.122,- mengalami peningkatan sebesar Rp 223.403.828.709,- atau 1.31% dibandingkan dengan anggaran belanja sebelum perubahan sebesar Rp 17.104.324.024.413.

Berdasarkan komposisi anggaran belanja tersebut secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Belanja Tidak Langsung, dianggarkan sebesar Rp 6.652.801.950.690,- terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp 2.544.470.798.626,-, Belanja Hibah sebesar Rp 686.913.050.000,- Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp12.542.350.000,- Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa sebesar Rp 691.397.372.446,- Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa dan Partai Politik sebesar Rp 2.647.338.064.204, dan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 70.140.315.414,.
  2. Belanja Langsung yang merupakan semua pengeluaran daerah yang dipengaruhi secara langsung oleh adanya program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Aceh, dalam RAPBA-P Tahun Anggaran 2019 dianggarkan sebesar Rp10.674.925.902.432,-.

Alokasi anggaran belanja langsung untuk membayai program/kegiatan pada SKPA, terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp 764.777.729.073,- Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 6.254.921.754.415,- serta belanja modal sebesar Rp 3.655.226.418.944,-

III. ANGGARAN PEMBIAYAAN

Penerimaan pembiayaan dalam RAPBA-P Tahun Anggaran 2019, dianggarkan berdasarkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2019 yaitu sebesar Rp 2.954.457.964.942,- mengalami peningkatan sebesar Rp 1.301.862.632.687,- atau 55,94% dibandingkan dengan anggaran penerimaan pembiayaan sebelum perubahan sebesar Rp 1.652.595.332.255,-. Sedangkan SiLPA sebesar Rp 1.247.078.678.761, akan dianggarkan kembali dalam RAPBA 2020.

“Penjelasan yang kami sampaikan di atas, berkenaan dengan Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan, merupakan pokok-pokok uraian dari rencana keuangan Pemerintah Aceh yang dituangkan dalam Rancangan APBA Perubahan Tahun Anggaran 2019,” jelas Plt gubernur.

“Alokasi perubahan anggaran belanja tahun anggaran 2019 dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan yang benar-benar mendesak dan berdampak terhadap peningkatan pembangunan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambahnya. []

Komentar

Loading...