Ini Penyebab Gajah Liar yang Terluka di Aceh Timur

Gajah liar Sumatra yang terluka di Aceh Timur diberi perwatan medis untuk kedua kalinya. Senin (22/3/2021). Foto: Acehonline.co/Zulkifli].

IDI - Gajah Liar Sumatra yang ditemukani terluka parah di kawasan hutan HCV PT Alur Timur, Desa Srimulya, Kecamatan Peunaroen Kabupaten Aceh Timur pada sabtu (20/3) lalu, diduga akibat konflik antar satwa.

Menurut analisa medis, Drh Anhar Lubis, yang merupakan Tim BKSDA Aceh mengatakan gajah betina yang diperkirakan berusia 40-45 tahun itu terluka akibat dipukul oleh Gajah jantan yang sedang dalam masa musth.

"Di sekujur tubuh gajah sumatra itu terdapat luka yang cukup dalam hingga mencapai 10 -20 centimer. Di telinga sebelah kanan gajah juga terdapat luka sobek yang sudah membusuk dan mata sebelah kanannya menjadi putih, yang diduga akibat trauma terkena hantaman benda tumpul," ungkapnya.

Drh Anhar Lubis juga mengatakan, luka tersebut diduga kuat akibat serangan gajah jantan yang sedang dalam masa musth, sehingga berperilaku lebih agresif hingga melukai gajah lainnya.

"Dari hasil pengamatan di lapangan, sepertinya kami menduga ini akibat serangan dari gajah jantan. Ada dugaan gajah jantan yang mengalami proses musth cendrung berperilaku agresif dan melukai gajah betina tersebut," ujar Drh Anhar Lubis, Selasa (23/3/2021).

Dia juga mengatakan, proses musth tersebut terjadi secara alamiah terhadap gajah jantan dewasa yang sedang memasuki masa kawin.

"Sebenarnya proses musth itu terjadi secara alami terhadap gajah jantan liar, hanya saja perilakunya yang tidak seperti biasa dari gajah liar lainnya. Namun itu proses alami dan akan berhenti dengan sendirinya," ungkap Drh Anhar.

Selain itu, Dokter hewan yang menangani satwa liar di wilayah Sumatera itu memastikan kondisi gajah liar betina yang terluka tersebut sudah berangsur baik, usai mendapat perawatan medis pada Minggu dini hari lalu.

"Setelah kami rawat pertama pada sabtu hingga minggu dini hari lalu, kondisinya cendrung lebih baik. Ini ditandai dari pergerakan gajah yang lebih jauh dan proses grenolasi sudah mulai terjadi, hal itu menjadi indikator kami untuk memastikan kondisi gajah tersebut sudah baik," pungkasnya.

Usai melakukan pengobatan kedua pada Senin sore (22/3), lanjut Drh Anhar, gajah liar tersebut dilepas kembali ke alam liar.

"Namun tetap kami pantau pergerakannya hingga benar-benar pulih," tutupnya. []

Komentar

Loading...