Jaga Ketertiban Ramadhan, Satreskrim Polresta Banda Aceh Razia Penjual dan Pengguna Petasan

Distributor petasan yang diamankan personel Polresta Banda Aceh. [Foto: Dok. Polresta Banda Aceh]

BANDA ACEH - Dalam rangka menjaga harkamtibmas agar terciptanya kenyamanan warga dalam melaksanakan ibadah dibulan suci ramadhan, Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan razia terhadap pemilik, penjual, serta pengguna petasan yang ada di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

"Kegiatan ini dilakukan hingga menjelang Lebaran Idul Fitri. Di samping itu, Polisi akan menindak bagi siapa saja yang menggunakan atau yang memperjual belikan petasan," kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/4/2021).

AKP Ryan menjelaskan, untuk terciptanya ketertiban dan keamanan di wilayah hukum Polresta Banda Aceh perlu dilakukannya beberapa kegiatan yang positif.

"Kepolisian khususnya Polresta Banda Aceh selaku pengemban keamanan di wilayah Kota Banda Aceh dan sebagian Kabupaten Aceh Besar tentunya melakukan berbagai upaya untuk terciptanya kondisi keamanan, kenyamanan warga dalam melaksanakan ibadah di bulan suci ramadhan. Dalam hal ini, Satreskrim Polresta Banda Aceh akan melakukan razia-razia terhadap pemilik, penjual dan pengguna petasan atau mercon yang dapat menggunggu orang lain dalam beribadah," tutur AKP Ryan.

Dalam razia yang telah dilakukan, Kasat menjelakan, sore tadi personel Satreskrim melakukan razia terhadap salah satu distributor petasan atau mercon yang berada di Kota Banda Aceh dan didapatkan 27 kotak kecil petasan mercon merk Blooming Flower dan Joyful warna kuning, 32 kotak kecil petasan warna kuning merk Happy Flower dan 182 batang petasa merk Roman candle tiger 0,8 5s.

"Selanjutnya pemilik dan barang bukti tersebut dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk diamankan dan dimintai keterangan lebih lanjut sehubungan dengan usaha yang dikelolanya," ungkap AKP Ryan.

"Semua ini dilakukan demi memeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkmtibmas), lebih-lebih umat muslim sedang menjalankan ibadah di bulan Ramdhan satu bulan penuh,” tambah Kasatreskrim.

AKP Ryan menegaskan, kepemilikan dan penggunaan bahan peledak termasuk petasan melanggar Undang - Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dan juga dapat dijerat dengan pasal 187 KUHP. []

Komentar

Loading...