Jenazah Ibu dan Anak yang Ditemukan di Aceh Timur Diduga Meninggal Terbunuh

Jenazah kedua korban saat berada di ruang otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Rabu (17//2/2021). [Foto: Istimewa]

IDI - Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, melalui Kasad Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko mengatakan berdasarkan hasil pendampingan yang dilakukan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur saat dilaksanakan autopsi terhadap jenazah Siti Fatimah (56) dan Nadatul Afraa (15) di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, disimpulkan bahwa keduanya merupakan korban pembunuhan.

"Pada tengkorak bagian wajah Siti Fatimah hancur dan tulang iga sebelah kiri patah, diperkirakan terbentur benda tumpul, tidak ditemukan luka akibat benda tajam," kata Arys Purwoko, Rabu (17/2/2020).

Sedangkan pada tubuh Nadaatul Afraa, sambungnya, tengkorak bagian atas pecah akibat benda tumpul, rahang sebelah kiri patah, diduga kematian korban akibat kehabisan darah.

"Keduanya diperkirakan meninggal di atas 72 jam saat ditemukan," jelas Arys.

Saat proses autopsi, lanjutnya, petugas mengamankan barang bukti dua helai baju kedua korban dan satu buah anting yang diamankan pada telinga kanan Nadaatul Afraa.

"Namun demikian untuk hasil resmi masih menunggu dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan," imbuhnya.

Hingga saat ini, polisi telah mengambil keterangan dari 10 orang saksi guna menyelidiki kasus pembunuhan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Siti Fatimah (56) dan Nadatul Afraa (15) ditemukan meninggal dunia di bawah tempat tidur di dalam rumahnya, di kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur pada Senin (15/2/2021) dalam kondisi yang mengenaskan. []

Komentar

Loading...