Jumlah ODP Covid-19 di Aceh Meningkat Jadi 204 Orang, Positif Nihil

Petugas medis RSUDZA Banda Aceh yang berada di ruang isolasi Respiratory Intensive Care Unit (RICU) untuk pasien Covid-19 mengenakan pakaian khusus atau alat pelindung diri, Kamis (19/3/2020). [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, mengatakan hingga Minggu (22/3/2020), Pukul 17.00 WIB, tercatat jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP di Aceh meningkat menjadi 204 orang, dari sebelumnya 84 orang pada Sabtu (21/3/2020) Pukul 10.00 WIB.

“Penambahan itu karena banyak orang baru pulang dari daerah penularan lokal, seperti Jakarta, Bandung, dan bahkan ada yang pulang dari luar negeri. Mereka hanya ODP, bukan PDP, dan sama sekali bukan positif Covid-19,” kata SAG dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Minggu malam (22/3/2020).

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat di RSUZA sebanyak empat orang dan satu lainnya dirawat di RSUD Cut Mutia Lhokseumawe.

“Mereka dirawat karena memenuhi kriteria status PDP, dan bukan penderita atau positif Covid-19. Belum ada satu pun penderita Covid-19 di Aceh (nihil),” tegas SAG.

Pasien dari Sabang Bukan Covid-19

Sementara itu terkait seorang pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dari Kota Sabang, Sabtu sore (21/3/2020), SAG mengatakan pasien itu bukan penderita Covid-19.

“Pasien tersebut sudah dibolehkan pulang oleh dokter ahli yang menanganinya, namun jumlah orang dalam pemantauan menjadi 204 orang,” jelas SAG.

Menurut SAG, pasien berinisial RP (29 thn) merasa agak pening, batuk, dan gatal tenggorokan saja, namun dirujuk ke RSUZA Banda Aceh karena memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta dan Bandung baru-baru ini.

“Pasien RP sudah diperbolehkan pulang karena secara medis tidak ada indikasi yang mengarah ke Covid-19” kata SAG mengutip laporan RSUZA Banda Aceh.

Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani. [Foto: Istimewa]
Jubir Pemerintah Aceh ini menyayangkan data rinci pasien RP itu sempat beredar di melalui WA, karena dalam protokol penanganan orang dalam pantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) hal tersebut tidak dibenarkan.

Jubir Covid-19 SAG menghimbau petugas kesehatan, keluarga, kerabat, dan masyarakat, agar lain kali menahan diri dan tidak mengedarkan informasi apa pun tentang ODP atau PDP.

“Mohon bersabar dan menunggu informasi yang dikeluarkan oleh petugas yang berwenang,” harapnya.

Bila ada keluarga, tetangga, kerabat, atau mengetahui ada yang demam, batuk, atau sakit kepala, jangan langsung dicurigai Covid-19. Hanya dokter ahli yang memiliki otoritas menjelaskan Covid-19 atau bukan.

"Jangan bikin heboh sehingga data pasien tersebar," pintanya. []

Komentar

Loading...