Jumlah Orang Dalam Pemantauan Covid-19 di Aceh Bertambah, Masyarakat Diminta Waspada

Petugas medis RSUDZA Banda Aceh yang berada di ruang isolasi Respiratory Intensive Care Unit (RICU) untuk pasien Covid-19 mengenakan pakaian khusus atau alat pelindung diri, Kamis (19/3/2020). [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Aceh kian bertambah dan masyarakat diharapkan tetap tenang namun perlu lebih waspada, seperti pengawasan dan meningkatkan jam belajar anak-anak di rumah dalam masa 14 hari tidak belajar di sekolah.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani (SAG) dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Sabtu (21/3/2020).

SAG menjelaskan, jumlah ODP seluruh Aceh, berdasarkan data pukul 10.00 wib kemarin, sebanyak 65 orang, namun hari ini menjadi 84 orang. Tetapi, belum ada satu pun orang yang positif Covid-19 di Aceh, tegasnya.

“Masyarakat tenang dan waspada saja. ODP bukan penderita Covid-19, tapi pernah ke daerah penularan Covid-19 di dalam atau luar negeri, dan ada riwayat demam, pilek, dan batuk” terangnya.

Baca juga: Soal Penanganan Covid-19, Dirut RSUDZA: Jika Diperlukan, Lapangan Pun Akan Kita Buka Asal Pasien Bisa Dirawat

Menurut SAG, yang juga Juru Bicara Pemerintah Aceh itu, bertambahnya jumlah ODP tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran mereka yang pernah ke daerah penularan Covid-19 dan melapor kepada petugas fasilitas kesehatan di kabupaten/kota.

Data Covid-19 di Aceh hingga Sabtu, 21 Maret 2020, Pukul 10.00 WIB. [Sumber Dinkes Aceh]
Sementara itu, SAG mengatakan, jumlah Orang Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini sedang menjalani perawatan sebanyak 4 orang, yakni tiga di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh dan satu lainnya dirawat di RSUD Cut Mutia Lhokseumawe.

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ketua DPRA: Pemerintah Aceh Harus Siap di Situasi Tersulit Sekalipun

Dua PDP di RSUDZA, kata SAG, memiliki riwayat ke daerah penularan dalam negeri, dan satu lagi pernah kontak erat dengan temannya yang positif Covid-19 di Bogor, Jawa Barat, jelasnya.

“Saya tegaskan lagi, yang sedang dirawat itu juga statusnya masih PDP, bukan poitif Covid-19,” tutup SAG. []

Komentar

Loading...