Kampanye di Aceh, Jokowi Ajak Masyarakat Lawan Fitnah dan Kabar Bohong

Capres nomor urut 01 Joko Widodo saat diwawancarai wartawan usai kegiatan kampanyenya di Hotel Lido Graha Lhokseumawe. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

LHOKSEUMAWE - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat untuk berani melawan dan merespon terhadap fitnah dan kabar bohong jelang pelaksanaan Pemilu 2019 yang akan berlangsung pada 17 April mendatang.

"Mengenai kabar-kabar fitnah dan bohong yang beredar saat ini, masyarakat harus berani melawan, menjawan dan merespon, sehingga jangan sampai orang percaya cara-cara berpolitik yang tidak beretika seperti itu," kata Jokowi kepada wartawan usai acara kampanyenya yang berlangsung di Hotel Lido Graha, Selasa (26/3/2019).

Menurutnya, melawan fitnah tersebut penting untuk membangun demokrasi yang baik dan beradap. "Kita ingin membangun sebuah demokrasi yang baik dan beradap, yang penuh etika dan tata krama," jelasnya.

Sementara itu ketika ditanya tantangan ke depan serta apakan dirinya akan meraih suara tinggi nantinya di Aceh, Jokowi enggan menanggapinya. "Ditunggu saja 17 April nanti," imbuhnya.

Para petinggi Partai Aceh yang tergabung dalam Sekber Pemenangan Jokowi-Mar;ruf saat menghadiri kegiatan kampanye Jokowi di Hotel Lido Graha. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Sebelumnya dalam orasi politiknya di depan ratusan pendukungnya, Jokowi menyatakan pernah tinggal dan menetap di Aceh.

“Saya sangat ingin memajukan Aceh, karena saya memiliki sejarah hidup di Aceh sangat lama. Di Lhokseumawe saya tujuh bulan menetap, lalu pindah ke Takengon, Aceh Tengah, selama 2,5 tahun,” kata Jokowi seperti dilansir Kompas.com.

Jokowi menyakinkan masyarakat yang hadir untuk ketersediaan dana otonomi khusus Aceh. “Saya akan perjuangkan dana otonomi khusus di perpanjang lagi,” sebut dia.

Selain itu, sambungnya, pembangunan jalan tol Aceh yang terhubung ke Lampung sepanjang 2.700 kilometer akan tersambung pada 2024. Saat ini, perkembangan jalan tol jalur tersebut sudah mencapai 21 kilometer.

“Melebihi target. 21 kilometer itu sudah dibebaskan lahannya dan dibersihkan. Artinya, masyarakat Aceh sangat mendukung pembangunan jalan tol,” sebut Jokowi.

Dia menuturkan, untuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, juga terus dikembangkan. Dia meminta Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, untuk mengawal pembangunan KEK Arun agar sesuai dengan rencana. []

Komentar

Loading...