Kapolda Aceh Turunkan Tim Pantau Penimbunan dan Kenaikan Harga Masker

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunwan]

BANDA ACEH – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, mengatakan Polda Aceh telah menurunkan tim untuk memantau dugaan penimbunan dan mark-up (kenaikan) harga masker di Aceh. Hal itu menurutnya dilakukan berdasarkan arahan Presiden dan Kapolri terkait kelangkaan masker dalam beberapa hari terakhir setelah dua warga Indonesia dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

“Kemarin sudah kami turunkan anggota kami di tingkat Polda dari jajaran Ditreskrimsus dan Ditreskrimum, untuk melakukan pemantauan-pemantauan supaya penimbunan dan mark-up harga masker ini jangan sampai terjadi,” kata Irjen Pol Wahyu Widada usai acara silaturrahmi perdana dengan jajaran wartawan di Banda Aceh, Kamis (5/3/2020).

Kapolda mengimbau semua pihak di Aceh untuk tidak melakukan tindakan-tindakan negatif yang dapat merugikan dan meresahkan masyarakat akibat wabah virus corona yang sedang melanda dunia tersebut.

“Semua masyarakat sedang membutuhkan masker. Jangan mengail di air yang keruh. Jangan menaikkan harga hanya untuk nilai ekonomi tapi merugikan rakyat banyak. Tolong pikirkan masyarakat, cari untung silahkan, tapi yang wajar-wajar saja,” ungkap Kapolda Aceh.

“Ketika orang butuh memang berlaku hukum ekonomi, di mana ketika suplainya kurang, maka harga akan naik. Tapi kalau ini dimanfaatkan dengan melakukan penimbunan, maka akan kita hantam,” tambahnya.

Selain melakukan pengecekan penimbunan masker, Kapolda juga menambahkan, pihaknya juga mengecek penimbunan bahan makanan.

“Untuk saat ini belum ditemukan kasus penimbunan di Aceh, hanya terdapat beberapa kasus wajar (kecil) yang sudah naik (diproses),” jelasnya.

Sementara itu terkait maraknya beredar informasi hoax terkait corona di Aceh, Kapolda mengatakan Polda Aceh juga melakukan pengecekan dengan menurunkan tim cyber.

“Prinsipnya, jangan membuat masyarat jadi gelisah dan resah. Apa sih manfaat dan untungnya menyebarkan informasi palsu seperti itu. Tidak ada yang diuntungkan, semua dirugikan dengan membuat rakyat panik. Ketika rakyat panik, maka ada oknum yang mengambil keuntungan dari hal itu. Ini yang tidak kami inginkan,” ujarnya. []

Komentar

Loading...