Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 124 Orang, Seribu Lebih Kini Dirawat

Petugas medis RSUDZA Banda Aceh yang berada di ruang isolasi Respiratory Intensive Care Unit (RICU) untuk pasien Covid-19 mengenakan pakaian khusus atau alat pelindung diri, Kamis (19/3/2020). [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Kasus harian konfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bertambah lagi 124 orang di Aceh. Akibatnya, kasus aktif pun ikut melonjak menjadi seribu orang lebih dalam perawatan. Sementara itu, penderita yang sembuh bertambah sebanyak 119 orang dan dua meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.

“Ini merupakan penambahan kasus harian tertinggi dalam empat bulan terakhir,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam keterangan tertulisnya kepada awak media massa di Banda Aceh, Sabtu (1/5/2021).

Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu menuturkan, penambahan kasus harian yang lebih seratus orang ini hendaknya menjadi alarm bagi semua orang untuk ikut menghambat laju penularan virus corona di dalam masyarakat. Penularan virus corona dalam komunitas melalui interaksi sosial antarpersonal, dan dari personal kepada komunitasnya.

Karena itu, kata SAG, pencegahan penularan Covid-19 dalam suatu komunitas sangat tergantung pada kesadaran setiap individu untuk bertanggung jawab melindungi orang lain di sekitarnya. Protokol kesehatan merupakan instrumen pengendalian perilaku baru yang paling efektif melindungi diri dan masyarakat dalam setiap komunitas.

"Setiap individu harus didorong untuk memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun sesering mungkin, menghindari kerumunan, dan mengkonsumsi makanan yang baik dan halal. Alih-alih menciptakan kerumunan, malah harus menghindari kegiatan yang mengumpulkan banyak orang," ujar SAG.

"Masyarakat juga tidak bersikap permisif terhadap oknum yang petantang-petenteng mengabaikan protokol kesehatan. Mereka yang mengabaikan protokol kesehatan dapat langsung diberikan teguran," tambahnya.

Pada skala rumah tangga, lanjut SAGm kepala keluarga sudah selayaknya mewajibkan setiap anggota keluarganya menjalankan protokol kesehatan, mendorongnya ikut vaksinasis Covid-19 untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok.

Pada sisi yang lain, sambung SAG, setiap individu dalam masyarakat harus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap Pandemi Covid-19.  Siapa pun yang mengabaikan protokol kesehatan harus diberikan teguran agar ia peduli terhadap situasi pandemi yang sedang meng ancaman semua orang dan menjadi musuh bersama masyarakat dunia saat ini, katanya.

“Bentuk sanksi sosial yang diberikan  harus terukur dan tidak terjatuh pada tindakan main hakim sendiri yang melanggar hukum. Tujuan baik harus dilakukandengan cara-cara yang baik pula,” katanya mewanti-wanti.

Perkembangan terakhir Kasus Covid-19 Aceh

Lebih lanjut, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per 1 Mei 2021. Kasus Covid-19 sudah mencapai 11.169 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 9.717 orang. Pasien masih dirawat 1.012 orang, dan jumlah meninggal dunia sebanyak 440 orang.

"Data akumulatif tersebut sudah tercatat 124 kasus konfirmasi baru Covid-19 dalam waktu 24 jam terakhir, pasien sembuh bertambah 119 orang dan dua orang yang dilaporkan meninggal dunia," ungkapnya.

Kasus baru, SAG menjelaskan, meliputi warga Banda Aceh 28 orang, Aceh Besar 18 orang, Pidie 16, Aceh Tengah 15 orang, dan Lhokseumawe 14 orang. Kemudian warga Langsa dan Aceh Jaya, sama-sama lima orang. Warga Aceh Timur 4 orang. Selanjutnya, warga Aceh Tamiang dan Bener Meriah masing-masing tiga orang.

"Virus corona juga menginfeksi warga Gayo Lues, Sabang,  dan Aceh Barat, masing-masing dua orang. Sedangkan warga Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, dan Nagan Raya, sama-sama satu orang. Sementara tiga orang lainnya merupakan warga dari luar daerah," paparnya.

Selanjutnya, SAG juga menjelaskan, pasien sembuh bertambah 119 orang, meliputi warga Banda Aceh 36 orang, Aceh Tamiang sembilan orang, Aceh Besar delapan orang, Pidie enam orang, dan warga Gayo Lues sebanyak empat orang.

Sedangkan warga Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Singkil, masing-masing satu orang. Sisanya, sebanyak 49 orang merupakan warga dari luar Aceh.

“Dua orang yang dilaporkan meninggal dunia masing-masing warga Gayo Lues dan Pidie Jaya,” ungkap SAG

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan, kasus probable secara akumulatif sebanyak 709 orang, meliputi 624 orang sudah selesai isolasi, 9 orang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

"Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 8.891 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 8.695 orang, sedang isolasi di rumah 151 orang, dan 45 orang sedang isolasi di rumah sakit," tutupnya. []

Komentar

Loading...