Kasus Korupsi Pembangunan Jalan Rp11,6 Miliar, Kejati Aceh Periksa 12 Saksi

Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mulai memeriksa dan memintai keterangan 12 saksi dugaan korupsi pembangunan jalan menghubungkan Gelombang, Aceh Selatan, dengan Muara Situlen, Aceh Tenggara, dengan nilai Rp11,6 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Munawal di Banda Aceh, Senin (21/9/2020), mengatakan pemeriksaan 12 saksi tersebut setelah penanganan perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Penyidik saat ini sedang memeriksa saksi-saksi. Ada 12 saksi yang dimintai keterangan menyangkut pembangunan jalan Gelombang-Muara Situlen," kata Munawal.

Munawal menyebutkan saksi-saksi yang dimintai keterangan terdiri dari dinas terkait meliputi pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), pejabat pembuat komitmen (PPK), rekanan, dam lainnya.

Terkait dengan tersangka, Munawal menyebutkan penyidik belum menetapkan tersangka. Penetapan tersangka setelah penyidik mengumpulkan alat-alat bukti.

"Nanti, penyidik yang akan menyimpulkan apakah sudah bisa ditetapkan tersangkanya atau tidak. Tergantung alat bukti yang dikumpulkan penyidik. Siapa pun bisa menjadi tersangka," kata Munawal.

Pembangunan jalan menghubungkan Gelombang di Aceh Selatan dengan Muara Situlen di Aceh Tenggara dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2018 sebesar Rp11,6 miliar.

Pembangunan jalan tersebut akan mempercepat jarak tempuh wilayah tengah dengan pantai barat selatan Aceh. Selama ini, masyarakat di Aceh Tenggara yang hendak ke Aceh Selatan terpaksa melewati Provinsi Sumatera Utara. []

Komentar

Loading...