Kembali Lolos ke DPRA, Yahdi Hasan: Banyak Persoalan di Agara dan Galus yang Harus Diperjuangkan

Yahdi Hasan di sidang paripurna DPRA. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Politisi Partai Aceh Yahdi Hasan yang kini menjabat sebagai anggota DPRA periode 2014-2019, kembali diberikan amanah oleh masyarakat Aceh Tenggara dan Gayo Lues ke parlemen Aceh periode 2019-2024. Yahdi Hasan berhasil lolos ke DPRA setelah meraih suara badan sebanyak 9.503 dari total suara Partai Aceh yang berjumlah 19.989 suara untuk daerah pemilihan 8 Aceh Tenggara - Gayo Lues.

“Syukur Alhamdulillah masyarakat Aceh Tenggara dan Gayo Lues masih memberikan kepercayaan kepada saya untuk melanjutkan amanah rakyat ini di parlemen Aceh periode 2019-2024. Semoga kepercayaan yang diberikan rakyat ini dapat digunakan untuk menyuarakan berbagai persoalan yang ada di dapil 8,” kata Yahdi Hasan kepada acehonline.co, Selasa (7/5/2019).

Yahdi Hasan menjelaskan, wilayah Aceh Tenggara selama ini sangat sering terjadi banjir Bandang. Untuk itu, dia berharap para wakil rakyat yang telah diberikan amanah oleh masyarakat Aceh Tenggara dan Gayo Lues untuk dapat mengupayakan adanya perhatian penuh dari Pemerintah Aceh ke depan.

Sementara itu untuk Gayo Lues yang dikenal dengan daerah 100 bukit, Yahdi Hasan menambahkan, sangat potensial dikembangkan pertanian dan perkebunan serta peternakan. Begitu juga di wilayah Aceh Tenggara yang berpendudukan 11 etnis (suku) yang mayoritasnya suku Alas, yang bermata pencaharian di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, serta peternakan.

“Masyarakat Aceh Tenggara dan Gayo Lues sangat mengharapkan peran (kebijakan) dari anggota DPRA yang terpilih untuk memperjuangkan hak-hak mereka kepada pemerintahan Aceh melalui pokok pokok pikiran dalam program Pemerintah Aceh,” ungkap Yahdi Hasan.

Selain bantuan bibit, pupuk, serta pakan untuk mendongkrak sektor-sektor tersebut, Yahdi Hasan menilai, Pemerintah Aceh harus mengupayakan adanya sarana dan prasaranan penunjang lainnya seperti pembukaan jalan pertanian, jalan perkebunan dan jalan perikanan, agar perekonomian masyarakat di Aceh Tenggara dan Gato Lues dapat hidup dan berkembang.

“Di Aceh tenggara masih terdapat salah satu kecamatan yang terisolir dan masih jauh dari pembangunan jalan lintas , yaitu di Kecamatan Lauser. Jika datang musim hujan masyarakat setempat akan sangat sulit mengeluarkan hasil hasil perkebunan mereka untuk di jual ke kota,” jelas pria yang akrab disapa Yahdi Hasan Ramud ini.

Selain itu, kata Yahdi Hasan, pembangunan sarana ibadah dan pendidikan islam (masjid, pasantren/dayah), kesehatan, pendidikan umum dan sosial, juga menjadi hal-hal prioritas yang harus diperjuangkan ke DPRA nantinya.

Berbagai persoalan tersebut, Yahdi Hasan mengatakan, hal itu menjadi tantangan bagi dirinya dan para anggota DPRA dari Dapil 8 lainnya untuk memperjuangkan berbagai persoalan tersebut di Parlemen Aceh.

“Untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Aceh Tenggara dan Gayo Lues tentu tidak mampu saya lakukan sendiri, semua harus bersama-sama bergandengan tangan memperjuangkannya ke parlemen agar adanya perhatian dan upaya dari Pemerintah Aceh untuk memberikan perhatian khusus untuk masyarakat Agara dan Galus,” imbuhnya. []

Komentar

Loading...