Kuasa Hukum: Dinar Khalifah Bukan Investasi Bodong

Ilustrasi investasi. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Kuasa hukum Dinar kalifah, Nourman Hidayat, membantah kliennya berinvestasi bodong dan tidak sama dengan dugaan investasi bodong perusahaan pakaian yang yang sedang ramai dibicarakan.

Nourman Hidayat dalam keterangan tertulis di Banda Aceh, Sabtu (27/2/2021), mengatakan namun demikian pihaknya mengakui bahwa kliennya kurang paham terkait izin perdagangan dengan menggunakan uang nasabahnya.

"Nasabah atau investor yang menitipkan uangnya adalah kawan dekatnya sendiri. Beda, ini ada, nyata, dan sudah ada bagi hasilnya sesuai kesepakatan," kata Nourman Hidayat.

Menurut Nourman, bagi hasilnya tidak flat menandakan dinamisasi sesuai hasil perdagangan. Sebagian besar nasabahnya sudah menikmati bagi hasilnya.

"Bisa diperiksa di dalam dokumen aktivitas perdagangan. Pandemi Covid-19 membuat aktivitas perdagangan mengalami kendala dan pada akhirnya terjadi penutupan akun," kata Nourman Hidayat.

Nourman Hidayat menyebutkan sejak awal kliennya menyiapkan akad secara jelas dengan para nasabahnya. Termasuk adanya klausul force majeur secara rinci.

Nourman menyebutkan kliennya paham tentang aset digital yang kini sedang dilirik pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia saat ini justru mengakui dan resmi mengizinkan perdagangan mata uang digital di bursa berjangka.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sudah mengakui eksistensi perdagangan mata uang digital di tanah air. Pengakuan ini dituangkan dalam regulasi pemerintah.

Meski begitu, menurut Nourman, pihaknya mengaku menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta kooperatif, menghormati semua proses hukum yang sedang dilakukan pihak kepolisian," pungkas Nourman Hidayat. []

Komentar

Loading...