Lagi, Sat Reskrim Polresta Banda Aceh Bekuk Tersangka Pengadaan Proyek Fiktif PT PLN

Tim Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menangkap AS tersangka pengadaan pryek fiktif PT PLN. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Tim Satuan Reserse Kriminal ( Sat Reskrim) Polresta Banda Aceh kembali membekuk seorang tersangka terkait pengadaan proyek fiktif mesin generator PT PLN (Persero) Banda Aceh, berinisial AS. Warga Desa Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh itu ditangkap karena menjadi rekan pria berinisial HP warga Peunyerat, Banda Aceh, yang ditangkap sebelumnya beberapa waktu lalu terkait penipuan pengadaan proyek tersebut.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, melalui Kasat Reskrim AKP M. Taufiq kepada acehonline.co, Kamis (3/10/2019), menjelaskan AS ditangkap tim Sat Reskrim pada Rabu (25/9/2019) lalu, di Sumatera Utara.

“AS melakukan aksinya (penipuan) di Bank BNI cabang Banda Aceh dengan korban Yodida Yerli, warga Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala,” ujar AKP. M. Taufiq.

Baca juga: Pelaku Pengadaan Proyek Fiktif Mesin Generator PT PLN Ditangkap Sat Reskrim Polresta Banda Aceh

Hasil pemeriksaan terhadap HP, yang merupakan tersangka yang telah ditangkap sebelumnya, kata M. Tauqif, dirinya menyebutkan nama tersangka lainnya yakni AS.

"Di saat HP diperiksa, dia menyebutkan nama tersangka AS dalam masalah Pengadaan Mesin Generator Proyek di PT. PLN (Persero) Banda Aceh" jelas Kasat Reskrim.

Sebelumnya, AKP M. Taufiq juga menjelaskan, pihaknya menangkap HP terkait laporan dari korban dalam pengurusan proyek mesin generator di PT. PLN (Persero) dengan keperluan proyek engineering untuk alokasi di Kabupaten Simeulue, yang ditangani oleh PT. MAHAKARSA dengan harga Rp 10.081.375,-

“Saat ini, AS dan HP mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkas Kasat. []

Komentar

Loading...