Masyarakat Diminta Waspadai Gelombang Mencapai 4 Meter di Perairan Aceh

Ilustrasi gelombang tinggi di laut. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar pengguna transportasi laut dan nelayan setempat mewaspadai potensi gelombang di perairan Aceh yang bisa mencapai empat meter.

"Gelombang setinggi empat meter berpotensi terjadi di perairan Sabang-Banda Aceh, Barat-Selatan, dan Samudera Hindia Barat Aceh," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Kamis (27/6/2019).

Ia mengingatkan, gelombang laut setinggi 3-4 meter di wilayah perairan Aceh ini berpotensi disertai angin kencang, biasanya yang bersifat sesaat, tapi memiliki kecepatan yang bisa mencapai 80 kilometer per jam.

Kondisi tersebut akibat tumbuhnya awan-awan konvektif atau awan hujan di atmosfer perairan Aceh, dan ikut mendukung terjadi gelombang tinggi.

"Imbauan kita terutama kapal penyeberangan, tongkang, dan nelayan agar lebih berhati-hati jika melintasi tiga wilayah perairan Aceh ini. Jangan paksakan diri, dan patuhi peringatan Syahbandar setempat," tegasnya.

Ia melanjutkan, sedangkan wilayah perairan Aceh yang lain, seperti Selat Malaka bagian Utara berpotensi dilanda gelombang setinggi dua meter, dan Utara-Timur Aceh sekitar satu meter.

Sepekan terakhir di provinsi paling barat Indonesia ini telah muncul pusaran angin tertutup, sehingga terjadi belokan angin dan konvergensi yang menyebabkan terjadi perlambatan pergerakan massa udara di atmosfer Aceh.

"Terjadinya perlambatan massa, maka uap air yang terbawa oleh angin terkumpul di atas atmosfer Aceh, dan tumbuh menjadi awan-awan hujan," tutur dia.

"Kita tak bisa memperkirakan lebih dari empat hari, karena perbedaan nanti akan lebih jauh dibanding kondisi cuaca saat ini," terang Zakaria.

Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya pekan lalu melaporkan, angin kencang disertai hujan menyebabkan sebatang pohon kayu tumbang melintang ke badan jalan Banda Aceh-Meulaboh di Ranto Mon Reu, Kecamatan Panga, Sabtu (22/6).

Petugas BPBK Aceh Jaya, Yudhi mengatakan, tumbangnya pohon ini sempat menyebabkan arus lalu lintas terganggu, sehingga aparat setempat memberlakukan jalur buka tutup jalan.

Pihaknya langsung mengerahkan personel dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Panga, dan Damkar Pos Teunom mengatasi kejadian ini. "Petugas melakukan pemotongan, dan pembersihan pohon tumbang dari badan jalan," katanya. []

Komentar

Loading...