MaTA Desak PDAM Tirta Daroy Turunkan Petugas untuk Pencatatan Meteran Pelanggan

Koordinator MaTA, Alfian. [Foto: AcehOnline/Reza Guunawan]

BANDA ACEH – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak PDAM Tirta Daroy Banda Aceh segera menurunkan petugas guna melakukan pencatatan meteran. Hal itu dikarenakan adanya warga Banda Aceh yang mengeluhkan kenaikan tagihan air PDAM, yang diduga disebabkan kerena tidak dilakukannya pencatatan meteran.

“PDAM Tirta Daroy masih memungkinkan menurunkan petugas untuk pencatatan meteran, karena di Banda Aceh saat ini tidak diberlakukan lockdown atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jadi jangan alasan Covid, mereka tidak menurunkan petugas,” kata Koordinator MaTA, Alfian, kepada acehonline.co, Jumat (17/7/2020), di Banda Aceh.

Alfian menjelaskan, menurunkan petugas pencatatan meteran penting agar adanya kepastian penghitungan volume air yang dipakai pelanggan.

“Jika menggunakan estimasi tiga bulan terakhir, itu kan tidak pasti. Jadi harus ada kepastian dengan menurunkan petugas pencatatan meteran,” ungkap Alfian.

Sementara itu terkait pernyataan Dirut PDAM Tirta Daroy yang menuebutkan akan melakukan penyesuaian jika adanya kekurangan atau kelebihan pembayaran pelanggan, Alfian mempertanyakan langkah konkrit yang dilakukan PDAM.

“Jangan hanya sebatas lisan saja, tetapi pihak PDAM harus membuat pernyataan tertulis, agar ada pegangan bagi pelanggan,” ujarnya.

“Jangan sampai warga mengadu atau mengeluh, tapi tida ada penyelesaian,” tambah Alfian.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga Banda Aceh mengeluhkan meningkatnya tagihan rekening air PDAM Tirta Daroy dalam beberapa bulan terakhir.

Dirut PDAM Tirta Daroy Banda Aceh T Novizal Aiyub kepada acehonline.co, Senin (13/7/2020), mengatakan tidak ada kenaikan tarif air yang dilakukan pihaknya, selain kenaikan yang dilakukan pada 2017 silam.

Aiyub menjelaskan, pembayaran rekening air ditentukan berdasarkan banyaknya air yang dipakai oleh pelanggan, berdasarkan angka meteran.

“Angka meter kami catat dengan menggunakan foto,” jelasnya.

Selama tiga bulan pandemi Covid-19, Aiyub menambahkan, pihaknya mengikuti protokol Covid-19 untuk tidak melakukan pencatatan langsung ke lapangan.

"Angka meteran diperkirakan oleh sistem berdasarkan pemakaian rata-rata tiga bulan sebelumnya,” ungkap Novizal Aiyub.

“Jika ada perbedaan baik itu besar atau kecil akan disesuaikan kembali, setelah dilakukan pencatatan kembali,” tambahnya.

Selama Covid-19 ini, kata Aiyub, justru penjualan PDAM Tirta Daroy menurun, meskipun pemakaian air kurang lebih sama.

“Tentunya, ini tidak akan terjadi jika ada kenaikan tarif,” tutupnya. []

Komentar

Loading...