Pekerja Aceh dengan Upah di Bawah UMP dan Bekerja Lepas Bisa Mendaftar Peserta BPJamsostek

BANDA ACEH – BPJS Ketenagakerjaan berganti nama menjadi BPJamsostek. Seiring pergantian nama itu, Pemerintah meningkatkan pemberiaan manfaat bagi tenaga kerja yang terdaftar sebagai peserta BPJamsostek.

Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Banda Aceh, Awalul Rizal, Rabu (11/3/2020), mengatakan peningkatan manfaat yang diberikan dan telah berlaku sejak awal 2020 tersebut di antaranya yaitu santunan kematian bukan karena kecelakaan kerja, yang sebelumnya hanya Rp24 juta kini meningkat menjadi Rp42 juta yang akan diberikan kepada keluarga peserta BPJamsostek yang ditinggalkan.

“Yang dahsyat lagi adalah peningkatan santunan beasiswa. Bagi peserta BPJamsostek yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja atau meninggal biasa, salah satu anaknya langsung mendapatkan santunan beasiswa. Sebelumnya satu orang anak hanya mendapatkan beasiswa satu tahun saja, tetapi sekarang mulai dari TK, SD, SMP, SMA, bahkan hingga kuliah akan diberi santunan beasiswa,” kata Awalul usai kegiatan sosialisasi peningkatan manfaat BPJamsostek yang digelar di Kantor PWI Aceh.

“Jadi anak-anak yatim atau piatu yang ayahnya bekerja dan menjadi peserta BPJamsostek, maka mereka tidak akan kehilangan cita-citanya untuk menjadi sarjana,” ujar Awalul.

Sementara bagi peserta yang kecelakaan dalam bekerja, Awalul menambahkan, selain ditanggung biaya pengobatan tanpa batasan biaya, para peserta akan ditanggung upah atau gaji selama mereka tidak bekerja karena menjalani pengobatan.

“Sedangkan bagi yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, akan diberikan upah dikali 48 dari besaran gaji yang diterima di tempat dia bekerja. Sedangkan yang tidak meninggal dunia atau cacat total akibat kecelakaan kerja akan diberi santunan dikali maksimal 56 kali dari besaran gaji peserta BPJamsostek tersebut,” jelasnya.

Di Aceh sendiri, kata Awalul, peserta yang terdaftar baru sekitar 293 ribu peserta atau baru sekitar 11 persen dari total seluruh pekerja di Aceh. Jumlah itu, diisi mayoritas dari sektor pekerja formal (pekerja penerima upah), sedangkan pekerja informal atau pekerja mandiri sangat minim.

“Di Aceh dari data BPS (Badan Pusat Statistik) ada sekitar 2,3 juta pekerja, jadi sangat minim sekali. Kami sudah bekerjasama dan memohon dukungan dari Pemerintah Aceh dan Pak Plt. Gubernur Aceh agar dikeluarkan surat edaran dan peraturan gubernur agar para pekerja Aceh dapat mendaftar ke BPJamsostek agar adanya jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, bahkan jaminan hari tua,” harapnya.

Pekerja Informal dan Upah di Bawah UMP dapat mendaftar di BPJamsostek

Dalam sosialisasi itu, Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Banda Aceh menjelaskan bagi masyarakat yang merupakan pekerja informal atau bukan penerima upah dari orang lain (pekerja mandiri), seperti pedagang, tukang becak, dan lainnya juga dapat mendaftarkan diri ke BPJamsostek secara individu.

“Untuk iuran jaminan kecelakaan kerja minimal hanya Rp 16.800 setiap bulannya. Sedangkan untuk tabungan masa depannya (hari tua) itu hanya sekitar Rp36.800. Maka dia (peserta BPJamsostek Mandiri) sudah ada jaminan sosial hari tua dan jaminan untuk keluarga jika dia sewaktu-waktu meninggal dunia,” ungkap Awalul.

Sementara itu untuk perusahaan di Aceh yang ingin mendaftarkan pekerjanya sedangkan belum dapat memberikan upah sesuai UMP (Upah Minimum Provinsi), Awalul mengatakan BPJamsostek akan melakukan penyesuaian.

“Jadi misalnya pekerja di perusahaannya hanya digaji Rp2 juta, maka akan dikenakan iurannya 0,54 persen atau sekitar 17 atau 18 ribu rupiah untuk mendapatkan jaminan kecelakaan kerja,” imbuhnya. []

Komentar

Loading...