Pembahasan RAPBA 2020 di Komisi DPRA Selesai, Tarmizi Panyang: Sudah Diserahkan ke Banggar

Anggota DPRA, Tarmizi Panyang. [Foto: AcehOnline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Anggota Komisi IV DPRA, Tarmizi, yang akrab disapa Tarmizi Panyang mengatakan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2020 di komisi-komisi DPRA telah selesai dilakukan. Saat ini, pembahasan RAPBA 2020 telah dikembalikan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRA untuk disepakati bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA).

“Di komisi sudah selesai dan telah dibahas bersama mitra terkait masing-masing komisi selama tiga hari tiga malam kemarin. Pembahasannya sekarang sedang diproses di tingkat Badan Anggaran DPRA,” kata Tarmizi Panyang kepada acehonline.co, Senin (23/9/2019), di Gedung DPR Aceh.

Tarmizi menjelaskan, meski waktu pembahasan anggaran saat ini tinggal beberapa hari lagi, yaitu menjelang 30 September dilantiknya anggota DPRA yang baru, menurutnya pembahasan dan pengesahan anggaran tetap harus diselesaikan, dengan tetap mengedepankan keinginan dan harapan masyarakat Aceh secara umum.

“Jangan sampai membawa kepentingan-kepentingan lah dalam hal ini,” ungkap politisi Partai Aceh ini.

Meski pembahasan dan pengesahan anggaran ditargetkan, namun Tarmizi mengaku tidak dapat memastikan kapan pengesahan dan paripurnanya dilakukan.

“Saat ini belum ada titik temu kapan pengesahan dan paripurnanya digelar,” ujar Tarmizi.

Sementara itu ketika ditanyai bagaimana pembahasan di komisi sebelumnya, khususnya Komisi IV DPRA, Tarmizi mengatakan ada melihat berbagai program yang diusulkan oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh, seperti PUPR dan Pengairan.

“Ada usulan yang dilakukan dinas tersebut, seperti halnya pembangunan ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi, untuk hotmix ada 12 unit, tahun sebelumnya ada dianggarkan namun tahun ini tidak ada. Jadi tidak ada penuntasan untuk satu-satu paket, jadi kami menegaskan setiap tahunnya fokus pengerjaannya sampai fungsional,” jelas Tarmizi.

“Begitu juga di pengairan, ada irigasi, waduk, dan embung yang terlantar dan harus difokuskan anggaran pembangunannya. Jadi  kami meminta agar dirasionalkan dan mengharapkan satu-satu kegiatan harus dioptimalkan sampai fungsional, agar pembangunannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Soal pengesahan anggaran apakah dimungkinkan disahkan sebelum 30 September 2019, Tarmizi mengatakan hal itu tergantung pembahasan di tingkat Banggar DPRA bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh.

“Saya mengharapkan, anggaran untuk tahun 2020 yang akan disahkan nantinya bisa dirasionalkan dan direalisasikan nantinya untuk seluruh masyarakat Aceh di berbagai macam kegiatan Pemerintah Aceh, dengan tidak menumpuk di satu tempat, agar adanya pemerataan,” harapnya.

Minta Pemerintah Aceh Percepat Realisasi APBA 2019

Sementara itu terkait realisasi APBA 2019, Tarmizi Panyang mendesak Pemerintah Aceh untuk mempercepat realisasi anggaran yang saat ini masih di bawah 50 persen.

“Kami di lembaga DPRA ini sudah menjalankan fungsinya dengan mengesahkan tepat waktu. Jadi persoalan ini menurut saya adalah kelalaian dari pihak eksekutif. Yang paling fatal adalah realisasi pembangunan untuk rumah dhuafa, serta masjid dan dayah, dengan alasan sebelumnya tidak ada SK (surat keputusan) hibah,” ujarnya.

Dengan telah disahkannya APBA-P 2019 kemarin, Tarmizi menambahkan, tidak ada lagi alasan Pemerintah Aceh dalam merealisasikan APBA 2019, khsusnya dalam hal realisasi pembangunan rumah dhuafa.

“Untuk rumah dhuafa ada 5700 unit lebih lebih untuk seluruh Aceh yang telah dipogramkan pemerintah untuk tahun 2019. Untuk itu, saya mengharapkan kepada dinas teknis untuk mempercepat realisasinya. Begitu juga dana-dana hibah lainnya,” kata dia.

“Meski waktu normal kerja tinggal 65 hari lagi, itu harus dilaksanakan dan diupayakan segera. Realisasi anggaran APBA 2019 harus dikontrol dan dipercepat, kami juga dari dewan akan melakukan pengawasan,” tambahnya. []

Komentar

Loading...