Sekilas Info

Pemerintah Aceh Perbarui Data, Jumlah ODP Covid-19 Hanya 165 Orang

Data Covid-19 di Aceh hingga Minggu malam, 22 Maret 2020, Pukul 21.00 WIB. [Dok. Posko Covid-19 Pemerintah Aceh]

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memperbarui data Covid-19 di Aceh. Hingga Minggu malam (22/3/2020), Pukul 21.00 WIB, data Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh hanya berjumlah 165 orang yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Data ini berubah dari jumlah ODP sebelumnya yang dirilis Pemerintah Aceh yang berjumlah 204 orang.

“Data sebelumnya keliru, karena ada beberapa daerah yang doble mengirimkan datanya, jadi sekarang sudah diperbaiki dan ini data validnya,” kata seorang petugas dari Posko Covid-19 Pemerintah Aceh kepada acehonline.co, Minggu malam.

Untuk ODP, dari data yang dirilis tersebut, angka tertinggi berada di Kabupaten Aceh Utara yakni berjumlah 40 orang, disusul Aceh TImur 33 orang, dan Aceh Tamiang 24 orang. Selanjutnya Bireuen 13 orang, Banda Aceh dan Aceh Barat masing-masing 11 orang, dan Aceh Tenggara 8 orang. Sementara beberapa kabupaten/kota lainnya di bawah 5 orang dan mayoritas masih 0.

Selain itu, berdasarkan data tersebut, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sama yakni berjumlah 5 orang, yakni 4 pasien dirawat di Banda Aceh dan 1 pasien di Aceh Utara. Hingga kini di Aceh belum ditemukan pasien positif corona atau nihil.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, mengatakan hingga Minggu (22/3/2020), Pukul 17.00 WIB, tercatat jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP di Aceh meningkat menjadi 204 orang, dari sebelumnya 84 orang pada Sabtu (21/3/2020) Pukul 10.00 WIB.

“Penambahan itu karena banyak orang baru pulang dari daerah penularan lokal, seperti Jakarta, Bandung, dan bahkan ada yang pulang dari luar negeri. Mereka hanya ODP, bukan PDP, dan sama sekali bukan positif Covid-19,” kata SAG dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Minggu malam (22/3/2020).

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat di RSUDZA sebanyak empat orang dan satu lainnya dirawat di RSUD Cut Mutia Aceh Utara.

“Mereka dirawat karena memenuhi kriteria status PDP, dan bukan penderita atau positif Covid-19. Belum ada satu pun penderita Covid-19 di Aceh (nihil),” tegas SAG. []

Komentar

Loading...